Beranda BUMI ETAM Kepala Satpol PP: Denda Rp 1 Juta Bukan Tujuan Utama

Kepala Satpol PP: Denda Rp 1 Juta Bukan Tujuan Utama

Kepala Satpol PP Denda Rp 1 Juta Bukan Tujuan Utama - headlinekaltim.co
Kepala Satpol PP PPU Andrian Amsyar. (Foto: Teguh/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Sebagai pilar penegak pendisiplinan protokol kesehatan dalam menanggulangi Pandemi COVID -19 melalui Peraturan Bupati (Perbup) Penajam Paser Utara (PPU) Nomor 38/2020, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) PPU akan mengedepankan tindakan preventif dan persuasif kepada masyarakat.

Dikatakan Kepala Satpol PP PPU Andrian Amsyar, setelah ada tindakan berupa teguran lisan atau pun tertulis, baru lah sanksi ringan dan sanksi berat diterapkan.

“Yang pasti kita sosialisasi dan mengedepankan pencegahan dulu,” ungkapnya, Rabu 23 September 2020.

Advertisement

Dikatakan Andriani, selama satu minggu usai Perbup 38 ditandatangani, pihaknya melakukan sosialisasi bersama TNI dan Polri. Selanjutnya, institusi tersebut dilibatkan, dalam penegakan hukum.

Sanksi denda pun tidak menjadi hal yang diutamakan. Sebab, dalam Perbup yang baru disahkan pada Senin 21 September lalu, terdapat empat sanksi yang akan menjerat pelanggar.

Keempat sanksi itu berupa teguran lisan, teguran tertulis, membeli 200 buah masker yang nantinya akan dibagikan, dan denda administratif sebesar Rp1 juta.

“Perilaku masyarakat kita kan beragam, yang pasti kita akan melakukan pendekatan terlebih dahulu, baru menerapkan sanksinya,” jelas Andriani.

“Yang pasti sanksi yang pertama kita berikan sanksi teguran, jika pada kegiatan yustisi lainnya kita dapati melanggar lagi maka sanksinya akan meningkat,” tambahnya.

Menurutnya, karena hal ini untuk meningkatkan disiplin masyarakat, maka kesadaran yang akan lebih dulu dibentuk.

Baca Juga  Tiga Kepala Polres di Lingkup Polda Kaltim Berganti

“Yang terpentingkan kesadaran masyarakat, untuk mau menjaga diri dan orang lain dengan menggunakan masker dan patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: Teguh

Komentar
Advertisement