src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Desa Sripantun, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, pada Senin 23 Februari 2026. (Foto : Pusdalops BPBD Prov. Kaltim)HEADLINEKALTIM.CO, SENDAWAR – Peristiwa kebakaran rumah Kongbeng kembali menggemparkan warga Kabupaten Kutai Timur. Insiden kebakaran Kutim yang terjadi di Kecamatan Kongbeng ini mengakibatkan satu unit rumah ludes terbakar dan memakan korban jiwa. Kebakaran rumah Kongbeng tersebut menambah daftar panjang kasus kebakaran Kutim yang dipicu kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.
Dilansir dari RRI Samarinda, kebakaran rumah Kongbeng terjadi di RT 09 Dusun 2 Desa Sripantun, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, pada Senin siang. Informasi awal diterima petugas BPBD Kaltim setelah warga melaporkan munculnya asap tebal dari salah satu rumah di lokasi kejadian.
Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menjelaskan api mulai terlihat sekitar pukul 12.30 WITA. Sebelumnya, warga telah mencurigai adanya kebakaran rumah Kongbeng ketika melihat asap mengepul dari bangunan sekitar pukul 12.20 WITA.
Kebakaran Kutim tersebut diduga dipicu kompor yang lupa dimatikan oleh penghuni rumah. Material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu membuat api cepat membesar, sehingga kebakaran rumah Kongbeng sulit dikendalikan pada menit-menit awal.
Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 13.15 WITA. Petugas bersama warga sekitar bergotong royong melakukan pemadaman untuk mencegah kebakaran Kutim merambat ke rumah lainnya.
Upaya pemadaman akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 13.30 WITA setelah petugas dan masyarakat bekerja keras memadamkan kobaran api pada kebakaran rumah Kongbeng tersebut.
Akibat insiden kebakaran Kutim ini, satu unit rumah warga dilaporkan hangus terbakar. Kerugian material akibat kebakaran rumah Kongbeng ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta berdasarkan pendataan awal di lapangan.
Musibah kebakaran Kutim juga merenggut nyawa seorang warga lanjut usia bernama Suhartoyo (75). Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri ketika kebakaran rumah Kongbeng semakin membesar.
Setelah api padam, warga bersama aparat desa mengevakuasi korban kebakaran Kutim. Jenazah kemudian dibawa ke masjid untuk disucikan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Petugas kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dalam menggunakan peralatan rumah tangga, khususnya kompor dan instalasi listrik. Imbauan ini disampaikan menyusul rentetan kasus kebakaran rumah Kongbeng dan kebakaran Kutim yang kerap terjadi akibat kelalaian.