src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kebakaran melanda kawasan Pasar Segiri, Samarinda, pada Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 04.15 Wita. Peristiwa tersebut menghanguskan puluhan kios dan sejumlah bangunan ruko di area pasar. (Foto: RRI/ Disdamkar) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kebakaran Pasar Segiri Samarinda terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, sekitar pukul 04.15 Wita. Insiden kebakaran Pasar Segiri Samarinda ini menghanguskan puluhan kios serta sejumlah bangunan ruko di kawasan pasar, sehingga kembali menyoroti risiko kebakaran di area padat aktivitas ekonomi tersebut.
Dilansir dari RRI Samarinda, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, mengatakan laporan kebakaran Pasar Segiri Samarinda diterima sekitar lima menit setelah kejadian. Petugas langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Ia menjelaskan, api pertama kali membakar sekitar 20 petak kios di area los pasar. Dalam waktu singkat, api kemudian merambat ke bangunan ruko permanen di sisi kanan lokasi.
“Kurang lebih ada 20 kios yang terbakar, kemudian merambat ke ruko di sebelahnya sekitar 24 pintu,” ujarnya.
Untuk menangani kebakaran Pasar Segiri Samarinda, Disdamkar mengerahkan sedikitnya tujuh posko pemadam, termasuk satu unit mobil penyelamat (rescue). Kendaraan tersebut digunakan untuk membongkar pintu serta bagian bangunan yang diduga masih menyimpan titik api.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Petugas menghadapi kendala utama berupa akses jalan yang sempit di dalam area pasar, sehingga menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan menuju titik api.
“Kendala utama karena akses di dalam pasar sempit, sehingga petugas cukup kesulitan menjangkau titik api di bagian dalam,” ucapnya.
Terkait penyebab kebakaran Pasar Segiri Samarinda, Hendra menyebut hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Informasi awal dari warga menyebutkan kemungkinan berasal dari kompor, namun hal tersebut belum dapat dipastikan.
“Penyebabnya masih simpang siur. Ada informasi dari kompor, tetapi untuk kepastiannya masih menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian,” katanya.
Meski kebakaran Pasar Segiri Samarinda menimbulkan kerusakan cukup besar, Disdamkar memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas juga mengimbau para pedagang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan pasar yang padat aktivitas.