src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
lokasi kebakaran dipasangi garis polisi. (foto: sofi/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Si jago merah mengamuk di Jalan Gatot Subroto RT 02, Kelurahan Sei Bedungun, Tanjung Redeb, pada Jumat 4 Juni 2021 sekitar pukul 08.45 WITA.
Dari keterangan saksi mata, Ahmad Idrus mengatakan, saat itu ada asap keluar dari bangunan yang diketahui dihuni pedagang es oyen, Asep (36). “Saat kejadian saya sedang duduk. Tak lama, ada seorang pengendara motor melintas dan memberi tahu jika ada asap (dari warung es),” ucapnya.
Ia sempat mengira asap tersebut berasal aktivitas bakar ban. Ternyata dari rumah penjual es oyen. Ia dan beberapa warga kemudian menggedor-gedor pintu, tetapi tidak ada orang.
“Saksi sempat mendobrak pintu belakang warung es Oyen tersebut akan tetapi warung terkunci dengan rapat sehingga tidak dapat dobrak,” ungkapnya.
Tak lama berselang, terdengar ledakan gas elpiji dari dapur warung tersebut. Ia bersama warga sekitar kemudian segera menghubungi pemadam kebakaran dan pihak kepolisian.
“Kita juga segera memanggil pemilik warung dan pemilik gudang yang di sebelahnya,” tuturnya.
Rupanya, Asep, sekitar pukul 07.50 WITA, menyalakan kompor untuk merebus gula, bahan dagangannya.
“Pukul 08.15 WITA, saya meninggalkan warung menuju rumah tinggalnya yang berjarak 50 meter untuk mandi,” ucapnya.
Dikatakannya, proses memasak gula biasanya memakan waktu cukup lama, sehingga ia merasa tidak masalah jika ditinggal sebentar.
Sekitar pukul 08.45 WITA, ia dihubungi kalau warung miliknya terbakar. “Saat sampai di lokasi, api sudah besar,” ujarnya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Askar Husairi mengatakan, bangunan yang berbahan dasar kayu cepat dilahap api.
“Ada tiga bangunan yang terbakar. Dua bangunan kayu, yakni warung es oyen dan gudang sembako sebelahnya ludes terbakar. Sedangkan satu bangunan yang terbuat dari beton sebelah warung es oyen juga turut terbakar,” ujarnya.
Beruntung, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.15 WITA. Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran diturunkan, bahkan tidak sedikit warga yang ikut membantu untuk memadamkan api.
Kapolsek Tanjung Redeb, Iptu Nurhadi menuturkan, lokasi kebakaran sudah disterilkan dan diberi garis polisi. Dikatakannya, api melahap 3 bangunan, yakni warung es oyen milik Asep, gudang sembako milik Muhtar (63) yang disewa oleh Ari (34) dan satu bangunan beton milik Mahfud (59).
“Total kerugian ditaksir lebih dari Rp 400 juta,” ucapnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. Dugaan sementara api bersumber dari kompor yang berada di dapur warung es oyen.
“Namun, untuk penyebab pastinya, masih kita lakukan penyelidikan,” ucapnya.
Penulis: Sofi
editor: MH Amal
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim