23.6 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Basarnas Gelar Rakor dan Latihan Evakuasi Pesawat Jatuh

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sebagai kesiapan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Kaltim, Basarnas Kaltim menggelar rapat koordinasi (Rakor) SAR dan latihan SAR daerah “Kecelakaan Pesawat Jatuh di Perairan Teluk Balikpapan”, yang dilaksanakan di Ballroom Jelau Hotel Grand Senyiur Balikpapan, Selasa 15 Juni 2021.

Sesuai jadwal, kegiatan akan berlangsung selama 3 hari yang diawali dengan Rakor, dan disusul dengan latihan SAR daerah pada Senin 21 Juni 2021 dan simulasi latihan SAR daerah pada Rabu 23 Juni 2021 di Pantai Banua Patra.

Rakor dan pelatihan itu dibuka oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud yang dihadiri oleh unsur Muspika Kota Balikpapan, pimpinan instansi dan lembaga pemerintahan maupun swasta, BUMN, unsur TNI-POLRI dan relawan gabungan terkait, yang sebelumnya mengikuti Rapid Test Antigen.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyampaikan apresiasinya atas dilaksanakan kegiatan latihan SAR. Dirinya berharap sinergitas antara Basarnas Kaltim dan Pemerintah terus berjalan baik, terutama dalam hal misi kemanusiaan.

“Semoga acara ini berjalan dengan lancar sesuai dengan komitmen kita bersama, sinergitas kita dengan pemerintah berjalan baik, terkhusus dalam pertolongan dalam kecelakaan laut, udara dan darat. Saya berharap dalam Rakor ini juga meningkatkan komitmen kita dalam misi kemanusiaan dalam membangun solidaritas kita kepada sesama warga, khususnya warga kota Balikpapan,” ucapnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta mengatakan, program latihan SAR bersama dengan potensi SAR dari TNI-POLRI dan relawan sangat diperlukan. Tidak hanya untuk mempererat kerja sama tetapi juga saling sinergi dalam menjalankan misi solidaritas kemanusiaan.

“Dengan kehadiran TNI-POLRI, sipil dan relawan serta instansi terkait untuk menyamakan persepsi dalam melaksanakan SAR, baik di darat, laut, udara,” ucapnya.

Dia menyebut, pelaksanaan operasi SAR bisa di mana saja dan mayoritas yang menjadi faktor penyebab terbesar adalah human error. Namun, tak jarang terjadi karena kerusakan kendaraan yang digunakan.

“Melihat kondisi dan situasi di Kaltim ini hampir sama dengan kota lain. Jika terjadi kecelakaan, kami siap bersama unsur lain melakukan pertolongan,” katanya.

Terkait dengan kesiapan Basarnas Kaltim dalam hal peralatan, Melkianus Kotta memastikan bahwa pihaknya memiliki alat-alat SAR yang cukup lengkap untuk melakukan penanganan bencana dan pertolongan serta evakuasi.

“Ada beberapa titik rawan yang kita perhatikan, seperti Berau dan beberapa daerah lain. Kami fokus pada daerah yang dianggap rawan dan tetap melakukan koordinasi dengan TNI-Polri, BPBD jika terjadi bencana alam,” imbuhnya.

Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar