src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tertinggi, Komnas Perempuan Gelar Workshop di Samarinda

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Tertinggi, Komnas Perempuan Gelar Workshop di Samarinda

2 minutes reading
Thursday, 8 Dec 2022 17:57 333 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan menggelar Workshop Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) di Hotel Zoom Jalan Mulawarman Kelurahan Pelabuhan Kota Samarinda, Kota Samarinda pada Rabu 7 Desember 2022 kemarin.

Indonesia telah memperingati momentum 16 HAKTP selama 21 tahun belakangan ini. Momentum ini diperingati sepanjang tanggal 25 November hingga 10 Desember. Sepanjang 16 hari tersebut, berisi rangkaian hari-hari penting: 25 November; Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, 29 November; Hari Perempuan Pembela HAM, Hari AIDS Sedunia, 1 Desember; Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan, 2 Desember; Hari Internasional bagi Penyandang Disabilitas, 3 Desember; Hari Internasional bagi Sukarelawan, 5 Desember; Hari Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan terhadap Perempuan, 6 Desember; Hari Pembela HAM Internasional, 9 Desember, 10 Desember; Dan Hari HAM Internasional.

Dalam pembaruan data per 1 Oktober 2022 dari Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, menyatakan bahwa Kaltim memiliki 636 kasus kekerasan perempuan dan anak.

Kota Samarinda menempati urutan tertinggi dalam kasus kekerasan perempuan dan anak, dengan jumlah 325 kasus. Kemudian disusul oleh Bontang dengan 78 kasus, Balikpapan sebanyak 52 kasus, Kutai Timur 51 kasus, Kukar 39 kasus, Paser 27, PPU 26, Berau 22 kasus dan Kubar 16 kasus.

Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad menyampaikan bahwa pihaknya melaksanakan workshop di Samarinda, bukan tanpa alasan. Samarinda berada dalam urutan teratas untuk kasus kekerasan perempuan dan anak di Kaltim.

“Yang kita kunjungi ini merupakan provinsi prioritas, sebab angka dari kasus kekerasan perempuan dan anak yang tinggi,” ujarnya kepada awak media usai Workshop Kampanye 16 HAKTP.

Bahrul Fuad juga menyebut bahwa Workshop Kampanye 16 HAKTP merupakan agenda rutin setiap tahun yang dilakukan oleh Komnas Perempuan.

“Kita lakukan secara rutin setiap tahunnya dari 25 November hingga 10 Desember, kita lakukan kampanye secara online dan offline,” katanya.

“Kita juga melakukan roadshow ke banyak provinsi,” sambungnya

Bahrul juga mengungkapkan bahwa kedatangannya di Kaltim berupaya memperkuat kemitraan dengan OPD-OPD terkait.

“Kita berupaya membangun kuat kemitraan juga dengan mengunjungi DKP3A Kaltim, Kapolda Kaltim dan kita juga berupaya untuk bertemu Bapak Gubernur Kaltim. Namun, Bapak Gubernur masih berhalangan sebab ada agenda,” tutupnya.

Penulis: Erick

 

LAINNYA
x