src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau masyarakat khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa angin laut dan gelombang tinggi. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan laut.
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi, meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelum melakukan perjalanan menggunakan jalur laut. Dikatakannya, kondisi gelombang dan kecepatan angin perlu menjadi pertimbangan utama, terutama ketika BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca berbahaya.
Buyung berpesan, masyarakat yang hendak melaut harus memastikan kondisi cuaca benar-benar aman sebelum berangkat. Apabila terdapat peringatan dini mengenai gelombang tinggi maupun angin kencang, perjalanan laut sebaiknya ditunda hingga kondisi kembali memungkinkan. “Kalau teman-teman mau melakukan perjalanan laut, sekarang sudah saatnya memperhatikan BMKG. Cek bagaimana kondisi ombak saat ini. Kalau memang ada peringatan dini dan kondisinya berbahaya, kalau bisa ditunda dulu,” ujar Buyung, Sabtu 25 Juli 2026.
Selain memperhatikan kondisi cuaca, Buyung juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kesiapan peralatan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di laut. Kapal yang digunakan harus dalam kondisi layak, memiliki bahan bakar yang cukup, serta dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung atau life jacket.
Tidak hanya itu, alat komunikasi juga menjadi salah satu hal penting yang harus dipersiapkan. Keberadaan radio komunikasi harus dipastikan berfungsi dengan baik, termasuk kondisi baterai, agar dapat digunakan apabila terjadi kondisi darurat di tengah perjalanan.
“Persiapkan kapal yang layak pakai, BBM cukup, gunakan life jacket. Alat radio juga harus dicek, jangan sampai ada radionya tapi baterainya tidak ada. Itu hal-hal yang perlu diperhatikan,” tutur Bunyung.
Selain itu, masyarakat diminta untuk memberitahukan rencana perjalanan kepada keluarga atau orang terdekat sebelum berangkat. Hal tersebut penting agar ada pihak yang mengetahui keberadaan mereka apabila terjadi kendala selama berada di laut.
Buyung mencontohkan, bagi masyarakat yang melakukan aktivitas seperti memancing, sebaiknya memberi informasi terkait lokasi dan perkiraan waktu kembali. Kemudian, warga juga diminta tidak melakukan perjalanan laut seorang diri serta segera mencari tempat berlindung apabila terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba seperti badai.
Saat ini, berdasarkan informasi yang diterima BPBD Kaltim, tinggi gelombang di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang dengan kisaran sekitar 1,5 hingga 2 meter. Namun, kondisi tersebut dapat berubah sewaktu-waktu tergantung arah dan kecepatan angin yang terjadi. “Sekarang kalau gelombangnya 1,5 sampai 2 meter itu sudah masuk kategori sedang. Tapi kondisi itu bisa berfluktuasi, tergantung angin dari arah mana dan bagaimana perkembangannya,” jelas Buyung.
Ia menyebut, beberapa wilayah pesisir Kaltim yang perlu mendapat perhatian, terutama kawasan bagian selatan seperti Balikpapan hingga Samboja. Wilayah lain seperti Kutai Barat juga tetap memiliki kemungkinan terdampak akibat perubahan arah angin.
Sementara untuk wilayah Berau, Buyung mengatakan potensi pengaruh angin berbeda karena lebih berkaitan dengan pola angin utara yang biasanya terjadi pada periode tertentu.
Buyung menilai, masyarakat pesisir sebenarnya sudah memiliki pengalaman dalam menghadapi perubahan kondisi alam. Namun, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap diperlukan agar risiko kecelakaan akibat cuaca buruk dapat diminimalisir. “Kita sebenarnya sudah biasa menghadapi bencana, tinggal teman-teman mengantisipasi saja. Uang ikan bisa dicari, tapi kalau kondisi ekstrem yang dipertaruhkan adalah nyawa,” pungkas Buyung. (Retno)