src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Realisasi PAD Kaltim 2022 Tembus Rp 16,804 Triliun, Belanja Daerah Turun

Realisasi PAD Kaltim 2022 Tembus Rp 16,804 Triliun, Belanja Daerah Turun

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Jun 2023 18:06 359 Muhammad Yamin

Realisasi PAD Kaltim 2022 Tembus Rp 16,804 Triliun, Belanja Daerah Turun

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Realisasi pendapatan daerah Kaltim tahun 2022 mencapai Rp 16,804 triliun atau 134,77 persen dari target yang ditetapkan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni pada penyampaian pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kaltim tahun anggaran 2022 dalam rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-10, di Gedung B, Senin 5 Juni 2023.

Secara rinci dia menyebut, pendapatan daerah tahun 2022 tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 yang ditargetkan sebesar Rp 7,073 triliun, namun terealisasi Rp 8,997 triliun. Komponen PAD ini meliputi, pajak daerah terealisasi Rp 7,623 triliun dari target Rp 5,844 triliun. Retribusi daerah terealisasi Rp 19,98 miliar dari target Rp Rp 15,85 miliar. Hasil pengelolaan kekayaan daerah terealisasi Rp 310,26 miliar dari target Rp 334,22 miliar. Lain-lain PAD yang sah terealisasi Rp 1,043 triliun dari target Rp 879,75 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer terealisasi mencapai Rp 7,790 triliun dari target Rp 5,382 triliun. Pendapatan ini, lanjut Sri Wahyuni bersumber dari bagi hasil pajak terealisasi Rp 723,73 miliar. Bagi hasil bukan pajak atau sumber daya alam terealisasi Rp 5,605 triliun. Dana Alokasi Umum (DAU) terealisasi Rp 824,10 miliar. Dana Alokasi Khusus (DAK) terealisasi Rp 599,55 miliar dan Dana Penyesuaian (DID) terealisasi sebesar 100 persen.

Sri Wahyuni melanjutkan, realisasi belanja daerah tahun 2022 terealisasi Rp 7,988 triliun dari target Rp 10,254 triliun. Dimana, realisasi belanja daerah ini bersumber dari belanja operasi alokasi anggaran yang ditetapkan pada APBD 2022 Rp 7,046 triliun. Namun terealisasi Rp 6,001 triliun.

“Realisasi belanja daerah ini adalah belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, belanja bantuan sosial, ” beber Sri Wahyuni.

Belanja daerah lainnya, yakni belanja modal anggaran terealisasi Rp 1,980 triliun. Kemudian belanja tak terduga yang terealisasi Rp 6,68 miliar. Belanja transfer terealisasi Rp 4,405 triliun.

Sri Wahyuni menambahkan, realisasi pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan. Dimana, kata dia, realisasi penerimaan pembiayaan tahun 2022 terealisasi Rp 2,446 triliun yang berasal dari perhitungan anggaran tahun 2021 silam dan pengeluaran pembiayaan Rp 236,62 miliar yang merupakan penyertaan modal.

“Alhamdulillah realisasi kita memang banyak tercapai. Walaupun memang ada juga yang tidak tercapai, tapi rangersnya tidak terlalu tinggi,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x