src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sekretaris DP3A Kukar, Hero SuprayetnoHEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinilai kekerasan terhadap perempuan dan anak terbilang tinggi, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, akan mengambil langkah tegas terhadap persoalan tersebut.
Salah satunya, dengan membuat regulasi berupa surat imbauan Bupati Kukar, yang ditujukkan kepada instansi pemerintahan di tingkat Kabupaten Kecamatan hingga Desa. Bahkan lapisan masyarakat kukar, dilibatkan bersama-sama dalam memberantas kejahatan seksual.
“Dikeluarkan surat imbauan tersebut, upaya preventif dan mengedukasi masyarakat agar memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, khusus nya kejahatan terhadap perempuan dan anak, ” ucap Sekretaris DP3A Kukar, Hero Suprayetno, Rabu 27 April 2022.
Hero menambahkan, guna mengaplikasikan imbauan bupati tersebut, perlu kerja bersama semua pihak secara kolaboratif agar kasus tidak bertambah, dan untuk bergerak bersama hentikan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Hero menyebut, kasus kekerasan pada perempuan dan anak sudah berada pada angka 25 kasus per April 2022. Kebanyakan kasus didominasi dari pelecehan seksual, khususnya terhadap anak-anak. Bahkan, anak-anak yang mengalami kekerasan seksual tersebut hampir semuanya hamil.
“Jika kasus ini terus bertambah, maka kemampuan penanganan oleh UPTD akan melampaui kapasitas petugas yang dimiliki,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kukar, Farida mengatakan, idealnya tenaga psikolog yang dimiliki pihak UPT hanya satu orang saja. Tentu angka ini dinilai belum ideal terhadap kondisi yang ada di Kukar.
“Kami sudah perhitungkan, kebutuhan Psikolog di P2TP2A minimal ada dua orang, jadi dalam hal penanganan bisa maksimal. Kami sangat membutuhkan psikolog,” ujarnya
Pihak DP3A Kukar sebut Farida, sudah berupaya menambah tenaga konseling, hal ini sudah dikoordinasi dengan jajaran Asisten Setkab Kukar.
“Target kami, tahun ini sudah tambah personel Psikolog medis,” katanya. (Adv/Andri)