src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau Eva Yunita menegaskan bahwa pembangunan satu unit rumah produksi terasi di Kampung Buyung-Buyung pada 2025 menjadi langkah strategis dalam membangun industri terasi berbasis masyarakat.
Meski baru satu unit terealisasi dari tujuh yang direncanakan, fasilitas tersebut langsung diprioritaskan untuk dimanfaatkan agar memberi dampak ekonomi nyata. “Karena memang kita mendapatkan bantuan dari Bank Indonesia sehingga harus segera dimanfaatkan,” ucapnya.
Unit yang telah selesai dibangun diprioritaskan untuk fungsi pencetakan dan pengemasan. Hal ini sejalan dengan dukungan dari Bank Indonesia yang memang mendorong agar fasilitas yang sudah tersedia dapat segera dimanfaatkan dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
“Yang terpenting bukan jumlah bangunannya dulu, tetapi bagaimana unit yang sudah ada ini bisa langsung hidup dan dimanfaatkan,” ujarnya.
Pihaknya menyoroti konsep kolaborasi antarkampung yang mulai dibangun melalui rumah produksi tersebut. Dengan memanfaatkan bahan setengah jadi dari kampung lain, seperti Kampung Semurut, rantai produksi terasi tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan. “Ini dinilai mampu menciptakan ekosistem industri kecil yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Untuk sementara, proses fermentasi masih dilakukan di Kampung Semurut, sementara Kampung Buyung-Buyung fokus pada hilirisasi produk melalui cetak dan kemasan. Eva menilai pembagian peran ini sebagai langkah realistis, sekaligus memastikan seluruh proses tetap dikelola oleh masyarakat lokal.
Diskoperindag Berau, mendukung penuh rencana lanjutan pembangunan unit rumah produksi pada 2027. Unit tambahan tersebut direncanakan berfungsi sebagai ruang pengelola dan galeri produk, yang akan memperkuat aspek manajemen, branding, dan pemasaran terasi lokal.
“Ini bagian dari tahapan. Kita tidak ingin hanya memproduksi, tapi juga membangun identitas produk terasi Berau yang kuat,” tegasnya.
Eva mengatakan, pengembangan rumah produksi terasi di Buyung-Buyung merupakan program prioritas yang sejalan dengan visi Bupati Berau, yakni menjadikan kampung tersebut sebagai sentra produksi terasi di Kabupaten Berau.
“Dengan pembangunan bertahap dan kolaborasi antar kampung, industri terasi lokal dapat memberi nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (Riska)