src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kaltim Jadi Penyangga Defisit Perdagangan Nasional, Isran: Pusat Tidak Catat sebagai Pencapaian Bersejarah

Kaltim Jadi Penyangga Defisit Perdagangan Nasional, Isran: Pusat Tidak Catat sebagai Pencapaian Bersejarah

2 minutes reading
Thursday, 5 Jan 2023 21:50 251 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Usia ke-66, ibarat manusia yang sudah sangat matang dan sarat pengalaman. Begitulah Provinsi Kaltim. Sudah banyak prestasi dan keberhasilan yang diukir oleh provinsi nan kaya sumber daya alam ini.

Dalam rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-2 masa sidang 1 tahun 2023, bertepatan dengan peringatan HUT Provinsi Kaltim, Gubernur Isran Noor membeberkan keberhasilan dan capaian program yang diraih di masa kepemimpinannya bersama dengan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi.

“2022 kita mampu bertahan di masa pandemi. Kita justru berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,4 persen, atau naik lebih dari setengah poin dibanding IPM 2021 yang hanya 76,88 persen. Kita masih berada di papan atas nasional setelah DKI dan DIY, ” bebernya.

“Kita mampu menahan dan menaikkan pertumbuhan ekonomi 3,11 persen. Meningkatkan ekspor, investasi, kita juga jadi daerah penghasil pajak kendaraan bermotor hingga APBD Kaltim 2024 mencapai Rp 17 triliun. Bahkan bisa mencapai Rp 21 triliun, ” katanya.

Selanjutnya, Kaltim sebagai penyangga defisit perdagangan nasional. Namun dia menyayangkan, Pemerintah Pusat tidak pernah mencatat hal tersebut dalam dokumen sejarah.

“Ini perlu kita bahas, peran Kaltim dalam pengumpulan devisa negara. 2022 kita mencapai puncak cadangan negara, tapi tidak pernah tercatat dalam sejarah, ” katanya.

Di tahun 2023 ini, Gubernur Isran Noor mengatakan, Kaltim mulai mendapatkan DBH dari sektor sawit. Termasuk kompensasi emosi karbon dari Word Bank sebesar 10 juta dollar.

“DBH sawit itu hasil perjuangan kita menuntut di pusat. Kita juga dapatkan kompensasi emisi karbon dari World Bank. Saya juga berencana akan menjual sisa emisi karbon yang ada, akan saya lelang bebas pada pembeli dunia. Cadangan tersisa 22 ton, kalau dijual 25 dollar per ton, kalau dikonversi kita bisa dapat Rp 3,2 triliun, ” terangnya.

Di masa kepemimpinannya, Gubernur Isran Noor mengatakan, telah banyak melakukan pembangunan, melakukan perbaikan sarana prasarana, kesehatan, pengembangan SDM melalui Beasiswa Kaltim Tuntas.

“Beasiswa Kaltim Tuntas di tahun 2022 menghabiskan Rp 300 miliar. Tapi kalau tidak disetujui DPRD, tidak bisa juga. Alhamdulillah DPRD setuju terus apa yang diusulkan Pemprov, ” ujarnya.

Mengenai prediksi di tahun 2023 ini perekonomian akan gelap gulita, Gubernur Isran Noor menyakini hal itu tidak akan terjadi di Kaltim.

“Abaikan prediksi gelap gulita itu, jangan khawatir, karena Kaltim bukan daerah biasa, tapi kaya dengan sumber daya alam yang melimpah, ” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

LAINNYA
x