src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jokowi Ulas Capaian dan Visi Masa Depan dalam Sidang Tahunan MPR RI: Menuju Indonesia yang Lebih Sejahtera

Jokowi Ulas Capaian dan Visi Masa Depan dalam Sidang Tahunan MPR RI: Menuju Indonesia yang Lebih Sejahtera

3 minutes reading
Friday, 16 Aug 2024 17:11 427 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Pada hari Jumat, 16 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato penting dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta. Pidato tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi tidak hanya mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian pembangunan selama sepuluh tahun terakhir, tetapi juga memaparkan visi pemerintah untuk masa depan Indonesia yang lebih sejahtera dan merata.

Presiden Jokowi memulai pidatonya dengan ungkapan syukur atas keberhasilan dalam membangun fondasi dan peradaban baru yang mengedepankan pendekatan pembangunan Indonesiasentris. “Alhamdulillah, selama 10 tahun ini kita telah mampu membangun sebuah fondasi dan peradaban baru, dengan pembangunan yang Indonesiasentris, membangun dari pinggiran, membangun dari desa dan membangun dari daerah terluar,” ujar Jokowi.

Selama dekade terakhir, infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Indonesia berhasil membangun 366 ribu kilometer jalan desa, 1,9 juta meter jembatan desa, 2.700 kilometer jalan tol baru, serta 50 pelabuhan dan bandara baru. Selain itu, pemerintah juga membangun 43 bendungan baru dan 1,1 juta hektare jaringan irigasi baru. “Kita berhasil menurunkan biaya logistik dari sebelumnya 24 persen menjadi 14 persen di tahun 2023, sehingga kita bisa meningkatkan daya saing dari sebelumnya peringkat 44 menjadi peringkat 27 di tahun 2024” Ujarnya.

Di tengah tantangan global, ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan stabil di atas 5 persen. Beberapa wilayah di Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku, mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, dengan Maluku Utara mencapai lebih dari 20 persen. Pemerintah juga berhasil mengendalikan inflasi di kisaran 2-3 persen, sementara banyak negara lain mengalami lonjakan inflasi yang signifikan. Angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan dari 6,1 persen menjadi 0,8 persen, dan angka stunting turun dari 37,2 persen menjadi 21,5 persen. Tingkat pengangguran juga menurun dari 5,7 persen menjadi 4,8 persen.

Program perlindungan sosial menjadi bagian integral dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, dan Kartu Pra Kerja telah mendistribusikan anggaran triliunan rupiah. Presiden Jokowi menyebutkan bahwa Rp361 triliun anggaran Kartu Indonesia Sehat telah digunakan untuk layanan kesehatan lebih dari 92 juta peserta JKN per tahun. Sementara itu, Rp113 triliun untuk Kartu Indonesia Pintar mendukung pendidikan lebih dari 20 juta siswa, dan Rp225 triliun anggaran Program Keluarga Harapan telah memanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi sekitar 10 juta keluarga kurang mampu. Anggaran Rp60,3 triliun untuk Kartu Pra Kerja selama lima tahun telah menambah keahlian 18,8 juta pekerja.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan selama ini adalah inklusif dan menyentuh semua lapisan masyarakat. “Ini adalah pembangunan yang kita cita-citakan bersama. Pembangunan yang menyentuh semua lapisan masyarakat. Pembangunan yang memberi dampak bagi masyarakat luas. Pembangunan yang membuka peluang untuk tumbuh bersama,” pungkas Presiden Jokowi.

 

Artikel Asli baca di BPMI Setpres

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x