src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Pengendara harus rela menempuh jalur alternatif meskipun jaraknya jauh akibat penutupan jembatan. (Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Abrasi tak jauh dari tiang pancang utama Jembatan Mahkota 2 membuat Wali Kota Samarinda Andi Harun mengeluarkan kebijakan penutupan jembatan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Jembatan Mahkota 2 kini benar-benar tertutup dari pengguna kendaraan bermotor.
Dari pantauan headlinekaltim.co di lapangan, dari jalur Palaran menuju ke Sungai Kapih, tiga pintu ke luar masuk ditutup. Spanduk mengenai pemberitahuan penutupan Jembatan Mahkota 2 dibentangkan di pintu masuk jembatan.
Untuk menghalau pengendara masuk, sengaja dipasang portal berlapis. Lapis pertama portal kayu dibentangkan. Sekitar 7 meter ke belakang, petugas membentangkan portal besi. Terlihat juga petugas Dishub berjaga-jaga di lokasi jembatan.
Namun demikian, tidak sedikit dari pengguna kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda dua yang mau mencoba-coba melintas. Ada yang berusaha bernegosiasi dengan petugas Dishub agar diizinkan. Mereka tampak pasrah dihalau petugas dan berputar arah.
“Jauh kalau harus memutar lewat jalan lain. Karena yang mau dituju daerah seberang sini. Kalau harus memutar ke kota, bisa sejam,” ucap seorang pengendara motor, Koko (39), warga Jalan Trikora, Palaran.
Pengendara lain, Sisi, mengaku kelabakan dengan penutupan Jembatan Mahkota 2. Lantaran tempatnya bekerja di salah satu rumah sakit lebih dekat ditempuh jika melewati Jembatan Mahkota 2.
“Aduh lewat mana ini, jembatan Mahkota 2 ditutup. Lewat stadion banjir,” keluh wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai dokter ini.
Putri (40), warga Palaran juga terpaksa harus gigit jari. Setelah menunggu beberapa pengendara lain yang “nego” dengan petugas Dishub untuk bisa melintas di jembatan, akhirnya dia memutar arah. Lantaran petugas Dishub tak memberi izin.
“Terpaksa memutar saja,” katanya.
Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal