src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jangan Sebut Vagina dengan ‘Dompet’, Ini Pentingnya Pendidikan Seks Usia Dini

Jangan Sebut Vagina dengan ‘Dompet’, Ini Pentingnya Pendidikan Seks Usia Dini

waktu baca 2 menit
Minggu, 25 Okt 2020 20:03 394 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pendidikan seks sejak usia dini sangat penting untuk diberikan kepada anak. Hal tersebut akan membantu anak dalam mencerna informasi seputar seks dengan benar dan tidak dimanfaatkan oleh orang yang berniat buruk.

“Dengan pemahaman yang salah, anak-anak akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal seperti kejahatan seksual pada anak bisa saja terjadi,” beber Nur Hidayah, konselor di Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Berau, Minggu, 25 Oktober 2020.

Nur menjelaskan, pendidikan seks usia dini dapat dilakukan sejak anak berusia dua tahun atau sejak anak sudah mulai bisa berbicara. “Bukan dikenalkan bagaimana cara berhubungan seks, melainkan dikenalkan jenis kelaminnya, itu paling sederhana kita kenalkan nama ilmiahnya,”  lanjutnya.

Nur mengaku pernah menemukan kasus orang menyebut vagina sebagai dompet. Akibatnya, si anak yang mendengar memasukkan koin ke dalam vaginanya akibat misinformasi.

Bahaya lainnya, lanjut dia, jika anak-anak yang kurang dalam pemahaman dan bertanya kepada orang lain. Mereka bisa saja dimanfaatkan untuk sasaran kejahatan seksual.

Sejauh ini, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Berau dan Puspaga aktif untuk mengedukasi anak-anak dan orangtua dengan mengadakan pelatihan-pelatihan seperti parenting sex education.

“Bahkan sudah mulai mengenalkan kepada anak usia sekolah dasar mengenai nama-nama ilmiah alat vital dan perubahan fisik serta perbedaan dari segi perempuan dan laki-laki,” ucapnya.

Disarankan kepada setiap orang tua untuk tidak kaget saat anak bertanya seperti dari mana datangnya adik bayi atau sebagainya. “Diharapkan juga untuk setiap orangtua lebih banyak belajar sebelum memberi jawaban sehingga anak-anak tidak salah mengartikan,” pungkasnya.

Penulis: Sofi

LAINNYA
x