src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ini Kampung Rawan Banjir di Berau, BPBD Minta Warga Waspada

Ini Kampung Rawan Banjir di Berau, BPBD Minta Warga Waspada

2 minutes reading
Sunday, 25 Oct 2020 19:51 356 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Fenomena La Nina masih akan terus terjadi beberapa waktu ke depan. Intensitas hujan tinggi disertai angin kencang harus diwaspadai masyarakat Berau, Kaltim. Terutama di sejumlah kampung yang rawan bencana banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau memetakan beberapa kampung rawan banjir. Seperti  Kampung Tumbit Melayu, Bena Baru, Tumbit Dayak, Long Lanuk dan Rantau Panjang.

“Kampung-kampung itu memang berada di tepi sungai. Jadi kalau hujan deras dalam waktu yang cukup lama, air sungai bisa saja meluap dan menyebabkan banjir,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Berau, Askar Husairi.

Kampung-kampung tersebut mendapat perhatian khusus. Apalagi di Berau sempat terjadi banjir cukup parah. “Waktu itu di Kampung Tumbit Melayu air naik sekira satu meter,” ujarnya, Minggu 25 Oktober 2020.

Dia mengakui, BPBD Berau punya fasilitas terbatas. Hanya tiga perahu, terdiri dari 2 perahu fiber dan 1 perahu karet. Perahu fiber pun hanya mampu diisi dua petugas. Makanya dibutuhkan penambahan perahu karet. “Kami terbatas alat untuk evakuasi,” tegasnya.

Dikatakannya, beberapa waktu lalu, BPBD mendapat laporan luapan air hingga masuk ke perkampungan. Kampung yang tercatat terdampak adalah Kampung Pulau Derawan, Merancang, Pulau Besing, Kasai dan Tanjung Batu.

“Bahkan di Talisayan informasinya warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Karena melihat perubahan pasang surut air laut tidak normal,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar terus waspada. Pemerintah kampung diminta menyiapkan tempat evakuasi sebelum bencana benar-benar datang.

Penulis: Sofi

LAINNYA
x