src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Inisiasi Pengelolaan Sampah di Pulau Kecil, Pulau Derawan Siap Bangun TPS3R

Inisiasi Pengelolaan Sampah di Pulau Kecil, Pulau Derawan Siap Bangun TPS3R

waktu baca 4 menit
Jumat, 15 Agu 2025 16:25 452 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebagai salah satu destinasi wisata bahari, Pulau Derawan, Kabupaten Berau bakal bangun Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). TPS3R Derawan ini direncanakan mulai dibangun saat acara groundbreaking awal September 2025 mendatang.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau, jumlah kunjungan wisatawan ke Kecamatan Pulau Derawan, baik mancanagera maupun domestik sejumlah 34.160 orang pada tahun 2024. Pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Pulau Derawan telah membawa dampak positif bagi ekonomi lokal.

Namun, dibalik geliat tersebut, muncul tantangan besar dalam hal pengelolaan lingkungan, khususnya sampah. Rata-rata total sampah non-rumah tangga yang dihasilkan mencapai 46.105,1 kilogram per hari untuk sebuah pulau kecil dengan luas sekitar 44,6 hektar.

Tanpa pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, Derawan yang merupakan kawasan konservasi di perairan berisiko kehilangan daya tarik dan keseimbangan ekologisnya. Polusi sampah plastik dapat mempengaruhi kesehatan ekosistem dan spesies laut, terutama penyu yang menjadi ikon Derawan dan Kabupaten Berau.

Kepala Kampung Derawan, Indra Mahardika menyampaikan, ketiadaan fasilitas pengelolaan sampah terpadu di Pulau Derawan telah menyebabkan sebagian besar limbah rumah tangga tidak tertangani dengan baik. Sampah kerap dibakar, dikubur, atau bahkan dibuang langsung ke laut.

Praktik ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem laut yang menjadi tulang punggung dan daya tarik wisata bahari di kawasan ini.

“Sampah plastik sudah menjadi perhatian serius bagi masyarakat maupun pemerintah Kampung Derawan,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa sistem pengelolaan sampah yang ada saat ini masih sangat terbatas. “Kami memang sangat membutuhkan pengelolaan yang lebih baik. Sampah yang ada belum melalui proses pemilahan, melainkan langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir,” tuturnya.

Sejak Juni 2024, Pemerintah Daerah Kabupaten Berau didukung Yayasan WWF Indonesia bersama konsultan pembangunan telah melakukan survey dan penyusunan Master Plan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Pulau Derawan. Dalam dokumen tersebut telah tercantum pembangunan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi yang menjadi salah satu prioritas utama.

Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah berbasis Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Kampung Pulau Derawan merupakan bagian penting dari implementasi master plan tersebut. TPS3R ini tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian lingkungan.

“Saat ini tidak banyak kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil yang memiliki fasilitas pengelolaan sampah, Derawan perlu menjadi contoh bagi yang lain,” bebernya.

Proses pembangunan TPS3R di Kampung Derawan dimulai dari nol, dengan pembelian sebidang tanah seluas 20 x 20 meter persegi. Tahapan legalitas pun dilalui secara bertahap, mulai dari pengurusan surat pelepasan tanah kepada Pemerintah Kampung Derawan hingga akhirnya terbit dokumen Sertifikat Hak Pakai (SHP).

Kata dia, koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan berbagai dinas terkait, dan saat ini izin pembangunan telah resmi diterbitkan. Pembangunan TPS3R pun siap dilaksanakan. Indra turut aktif mendukung setiap tahapan proses ini. “Pengajuan legalitas dan perizinan cukup memakan waktu lebih dari satu tahun,” ujarnya.

Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Dr. Imam Musthofa Zainudin mengatakan, WWF-Indonesia telah mendampingi upaya keberlanjutan di Kampung Pulau Derawan, salah satunya memperkuat pengelolaan dari ancaman sampah plastik terhadap kawasan dan spesies di lokasi tersebut. Dukungan WWF juga mencakup pendampingan komunitas dalam mendorong perubahan perilaku terhadap konsumsi plastik sekali pakai, peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah, hingga penguatan inisiatif ekonomi lokal yang mendukung praktik berkelanjutan.

Menurutnya, melalui pembangunan TPS3R harapannya masyarakat Derawan dapat lebih terbantu dan semakin aktif terlibat, tidak hanya dalam menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga dalam memilah dan mengelola sampah sebagai sumber daya yang bernilai.

“Partisipasi ini akan memperkuat rasa kepemilikan terhadap fasilitas dan menciptakan peluang usaha lokal berbasis ekonomi sirkular,” jelasnya.

Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar upaya memperbaiki kondisi lingkungan dan estetika kawasan wisata, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas Pulau Derawan sebagai destinasi wisata bahari yang bersih, lestari, dan bertanggung jawab.

Dengan TPS3R, Derawan menegaskan komitmennya terhadap pariwisata berkelanjutan yang berpihak pada alam dan masyarakat lokal. Selanjutnya, sebagai bagian dari penguatan TPS3R di Pulau Derawan, alat penunjang dalam pengelolaan sampah akan diserahkan untuk mendukung operasional harian.

Kemudian, pelatihan pemilahan dan pengolahan sampah juga akan diberikan kepada para pemimpin lokal
dan masyarakat. Langkah ini bertujuan agar warga mampu mengelola sampah secara mandiri, bahkan mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan adanya pengelolaan sampah yang tepat akan menjadi peluang ekonomi baru di Pulau Derawan.

Imam berharap, Kampung Derawan dapat menjadi model pengelolaan sampah yang efektif bagi pulau-pulau kecil lainnya di Indonesia. Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, inisiatif TPS3R ini mencerminkan semangat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan mitra pembangunan. “Hal ini guna mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x