src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Puskesmas Palaran Jadi Rumah Sakit Rujukan Pasien COVID-19

Puskesmas Palaran Jadi Rumah Sakit Rujukan Pasien COVID-19

waktu baca 3 menit
Selasa, 3 Agu 2021 19:49 469 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Lebih dari sepekan, PKM Puskesmas Rawat Inap Palaran beralih fungsi menjadi rumah sakit rujukan pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Saat ini, tercatat ada 9 pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di PKM Puskesmas Rawat Inap Palaran. Jumlah kapasitas tempat tidur tersisa hanya 4 dari total 13 buah yang disediakan.

Melihat tingginya kasus penularan COVID-19, dikhawatirkan jumlah tempat tidur ini akan terisi semua. Terlebih, PKM Puskesmas Rawat Inap Palaran tidak hanya menerima pasien rujukan COVID-19 yang berasal dari wilayah Kecamatan Palaran. Ada juga dari kecamatan lain, termasuk dari Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Di sini memang dijadikan tempat karantina bagi mereka yang terkonfirmasi gejala ringan sedang, yang tidak memungkinkan tidak isolasi di rumah misal dia tinggal di mes atau tinggal di rumah yang tidak ada kamar untuk isolasi mandiri,” ucap Kepala PKM Puskesmas Palaran dr Opiansyah saat ditemui headlinekaltim.co di ruang kerjanya.

Dikatakannya, selain Puskesmasnya, ada 4 Puskesmas lain di Samarinda yang disulap sebagai pusat karantina sekaligus rujukan pasien COVID-19. “Jadi kita tersentral semua di Call Center 112, mana ruang yang kosong, maka pasien akan diarahkan ke sana.  Misalnya dari Lempake penuh maka otomatis dilarikan ke sini, walaupun juga pasien tidak melulu bersedia karena lokasi jauh nanti dia sesak dan sebagainya,” terangnya.

Dia melanjutkan, sejak diubah fungsi sebagai pusat karantina dan rujukan COVID-19, layanan untuk pasien non-COVID di ruang IGD puskesmas kerap kali ditutup.

Lantaran menjadi tempat pertama pemeriksaan pasien dengan keluhan COVID-19. Jadi, untuk mengantisipasi terjadinya penularan, layanan pasien umum terkadang ditutup sementara. Sebab lain, terbatasnya jumlah dokter dan perawat.

“Untuk di karantina, kita punya tenaga dokter ada 3 orang, perawat ada 8 orang. Sedangkan pelayanan IGD tetap, cuma pada saat ini kadang ada pasien yang kondisi sesak atau bergejala COVID-19 dan perlu rujukan rumah sakit, maka diobservasi di ruang IGD tersebut. Otomatis kita tidak menerima pasien umum dulu. Jadi tetap tergantung kondisi, kan sekarang rumah sakit penuh. Sehingga dilakukan perawatan di sini. Tapi kalau dia sudah dapat kamar kosong, maka kami akan sterilisasi kamar lagi untuk dapat digunakan sesuai standarnya 5 jam kita kosongkan lagi,” beber dr Opiansyah.

Menurutnya, saat ini PKM Puskesmas Rawat Inap Palaran lebih banyak menerima pasien COVID-19 dibandingkan bulan Mei lalu. Bahkan, beberapa petugas kesehatan mulai dari dokter, perawat hingga staf sempat terpapar COVID-19.

Terkait dengan obat-obatan hingga tabung oksigen dan sarana lain, dia memastikan masih cukup. “Untuk obat-obatan kita masih cukup, asal obat-obatan yang direkomendasikan oleh Kemenkes. Dan tidak semua pasien COVID-19 itu mendapatkan obat antivirus dan antibiotik tergantung kondisi. Kalau dia ada gejala atau dia gejala ringan, tidak diberi antibiotik dan antivirus,” katanya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

LAINNYA
x