src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. Uji coba vaksin TBC mulai dilakukan. (iStock/appledesign)
HEADLINEKALTIM.CO – Indonesia resmi memulai uji klinis vaksin TBC inhalasi yang digadang revolusioner, menjadikannya negara pertama yang menguji teknologi tersebut pada manusia. Langkah bersejarah ini menandai kemajuan penting dalam inovasi kesehatan nasional. Dalam penelitian fase 1 ini, lima kata kunci utama—vaksin TBC inhalasi, uji klinis, teknologi kesehatan, imunisasi, eliminasi TBC—disematkan untuk memperkuat konteks berita.
Dilansir dari CNN Indonesia, uji klinis vaksin TBC inhalasi dipimpin Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erlina Burhan, bersama tim periset nasional. Teknologi ini dinilai membuka peluang baru dalam peningkatan imunitas masyarakat.
Erlina menjelaskan bahwa pemberian vaksin melalui inhalasi pada individu sehat menjadi terobosan penting dalam dunia medis.
“Ini sangat prestisius karena biasanya inhalasi diberikan kepada orang sakit. Kali ini justru diberikan pada orang sehat untuk melihat imunogenesitasnya,” ujarnya dalam peluncuran uji klinis di Jakarta, Kamis (13/11).
Vaksin TBC inhalasi ini dikembangkan oleh perusahaan farmasi CanSino dari China bekerja sama dengan perusahaan biofarmasi Indonesia, Etana. Dengan platform viral-vector adenovirus tipe 5 rekombinan, vaksin ini dirancang sebagai booster bagi masyarakat yang sebelumnya telah menerima vaksin BCG.
Pada fase 1, sebanyak 38 partisipan sehat akan menjalani vaksinasi menggunakan standar Good Clinical Practice (GCP). Meski jumlah peserta relatif sedikit, proses monitoring berlangsung sangat ketat.
“Pesertanya hanya 38 orang, tetapi tim yang terlibat banyak karena prosedurnya sangat ketat. Kami ingin memastikan tidak ada deviasi protokol,” jelas Erlina.
Penyaringan peserta dimulai sejak 7 November, dan sekitar separuh kandidat dinyatakan memenuhi kriteria. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, fase 1 ditargetkan rampung pada Juli 2026 sebelum melanjutkan ke fase 2 dan fase 3.
Hasil uji pra-klinis memperlihatkan bahwa metode vaksin TBC inhalasi memiliki keunggulan karena menargetkan imunitas mukosal di saluran pernapasan, pintu masuk utama bakteri penyebab TB. Pada proses uji klinis, vaksin diberikan melalui nebulizer di dua fasilitas kesehatan, yaitu RS Islam Jakarta Cempaka Putih dan RSUP Persahabatan.
Hingga saat ini, vaksin BCG merupakan satu-satunya vaksin TBC yang tersedia dan terbatas dalam memberikan perlindungan optimal pada orang dewasa. Karena itu, inovasi vaksin TBC inhalasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus menegaskan komitmen pemerintah.
“Uji klinis ini langkah strategis menuju eliminasi TBC pada 2030. Kami berharap pada 2029 vaksin ini sudah bisa digunakan secara luas,” ujarnya.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, juga menambahkan bahwa persetujuan uji klinis diberikan setelah evaluasi ilmiah yang komprehensif, termasuk keamanan dan kualitas vaksin berdasarkan uji pra-klinis.
Indonesia saat ini termasuk dalam delapan negara dengan beban TBC tertinggi di dunia, menyumbang sebagian besar dari total 68 persen kasus global. Tanpa inovasi seperti vaksin TBC inhalasi, target eliminasi TBC 2030 diprediksi sulit tercapai.