src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Faktor Genetik Turut Picu Asam Urat, Bukan Hanya Karena Pola Makan

Faktor Genetik Turut Picu Asam Urat, Bukan Hanya Karena Pola Makan

2 minutes reading
Wednesday, 12 Nov 2025 14:40 103 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Selama ini, penyakit asam urat sering dikaitkan dengan konsumsi daging merah dan alkohol berlebih. Namun, para ahli menegaskan bahwa faktor keturunan juga memiliki peran besar dalam memicu gangguan sendi ini.

Dilansir dari CNN Indonesia, Asam urat atau gout merupakan bentuk radang sendi yang disebabkan penumpukan asam urat berlebih dalam darah. Kondisi ini menimbulkan nyeri hebat, bengkak, dan kemerahan pada sendi, terutama di area jempol kaki.

Dulu, penyakit ini kerap dijuluki “penyakit orang kaya” karena banyak menyerang bangsawan yang gemar menyantap makanan mewah. Namun, penelitian modern mengungkap bahwa penyebab asam urat jauh lebih kompleks.

Melansir Summit Rheumatology, sejak abad ke-17 para ilmuwan telah mencurigai adanya kaitan antara genetik dan asam urat. Kini, sejumlah penelitian berhasil mengidentifikasi gen ABCG2 dan SLC2A9 yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Kedua gen tersebut berperan dalam mengatur pembuangan asam urat melalui ginjal. Bila fungsi gen ini menurun, proses pengeluaran asam urat menjadi lambat, sehingga zat tersebut menumpuk dalam darah.

Akibatnya, seseorang yang memiliki faktor keturunan ini tetap berisiko terkena asam urat, meskipun jarang mengonsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, atau makanan laut.

“Jika orang tua Anda punya riwayat asam urat, kemungkinan Anda juga membawa gen yang sama. Ini bukan kesalahan pribadi, melainkan bawaan biologis,” ujar Panico, Kepala Departemen Reumatologi di Summit.

Meski genetik menjadi faktor penting, pola hidup tidak sehat tetap dapat memperburuk kondisi dan memicu serangan asam urat.

Kelebihan berat badan, pola makan tinggi purin, serta konsumsi alkohol terbukti dapat meningkatkan kadar asam urat. Menurut Arthritis Foundation, lemak berlebih di area perut juga dapat memicu peradangan yang memperparah gejalanya.

“Dengan mengatur asupan makanan dan menjaga berat badan, risiko serangan asam urat bisa ditekan, bahkan bagi mereka yang secara genetik lebih rentan,” jelas Panico.

Meskipun faktor keturunan tak dapat diubah, pencegahan tetap memungkinkan dengan menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan seimbang, dan membatasi alkohol.

“Gen memang tidak bisa diubah, tapi gaya hidup bisa,” tegas Panico. “Mengetahui riwayat keluarga adalah langkah pertama untuk melindungi diri dari serangan asam urat di masa depan.”

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x