src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
IlustrasiHEADLINEKALTIM.CO – Kesadaran mengenali gejala autisme pada bayi, tanda autisme dini, gangguan perkembangan, respon bayi, dan perilaku berulang menjadi sangat penting agar deteksi dapat dilakukan sedini mungkin. Lima aspek ini wajib diperhatikan orang tua untuk memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan optimal.
Dilansir dari CNN Indonesia, autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berkomunikasi, bersosialisasi, dan berinteraksi sosial. Kondisi ini dapat muncul sejak usia dini, bahkan tanda awalnya sudah terlihat pada bayi berusia sekitar 12 bulan.
Menurut Mayo Clinic, sebagian anak menunjukkan gejala autisme pada bayi pada tahun pertama kehidupan. Beberapa anak lainnya baru menampakkan ciri-ciri pada usia 18–24 bulan, termasuk kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai.
Berikut daftar gejala autisme pada bayi yang perlu diperhatikan, mengacu pada Tua Saude.
Bayi normal akan menoleh atau menunjukkan respons ketika mendengar suara keras. Namun, salah satu gejala autisme pada bayi adalah tidak adanya respons terhadap rangsangan suara, meskipun pendengaran mereka normal. Jika bayi tidak bereaksi sama sekali, orang tua dianjurkan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Umumnya bayi mengeluarkan suara kecil, menangis, atau bergumam ketika terbangun. Ketidakmampuan mengeluarkan suara menjadi salah satu gejala autisme pada bayi, karena mereka cenderung pasif dan tidak menunjukkan usaha untuk berkomunikasi.
Sejak usia dua bulan, bayi seharusnya sudah mampu tersenyum. Kurangnya ekspresi wajah atau senyum yang sangat jarang merupakan gejala autisme pada bayi yang kerap muncul sejak dini.
Bayi biasanya merasa aman saat dipeluk. Namun, bayi dengan autisme kerap merasa tidak nyaman atau menolak pelukan. Ini termasuk gejala autisme pada bayi yang menunjukkan adanya hambatan dalam interaksi emosional dan kontak fisik.
Pada usia satu tahun, anak umumnya sudah merespons saat namanya dipanggil. Bila bayi tetap tidak menoleh, tidak mengacuhkan panggilan, atau tampak tidak mendengar apa pun, hal tersebut dapat menjadi gejala autisme pada bayi yang perlu diperhatikan orang tua.
Gerakan berulang seperti mengepakkan tangan, menepuk kepala, atau membenturkan kepala termasuk gejala autisme pada bayi yang cukup khas. Pola ini biasanya muncul setelah usia satu tahun dan dapat bertahan tanpa penanganan yang tepat.