src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kenaikan Beras Jelang Ramadan Dianggap Wajar, Disperindag: Nanti Turun

Kenaikan Beras Jelang Ramadan Dianggap Wajar, Disperindag: Nanti Turun

2 minutes reading
Thursday, 22 Feb 2024 19:47 213 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG–Kenaikan harga beras di pasaran saat ini dinilai wajar. Sebab, kenaikan harga terjadi setiap kali menjelang bulan suci Ramadan. Untuk harga beras medium dari Rp 15.000 per Kg naik menjadi Rp 16.000. Sedangkan beras kategorium premium dari Rp 17.000 per Kg menjadi Rp 18.000.

“Kenaikan harganya masih wajar, nanti akan turun lagi,” sebut Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar Sayid Fathullah, Kamis 22 Februari 2024.

Selain itu, kenaikan harga beras ini juga dipicu oleh penurunan produksi beras secara nasional sebagai imbas cuaca panas yang berkelanjutan. “Kondisinya, kalau produksi lebih kecil dari permintaan yang besar, maka harga akan melambung naik,” ucapnya.

Kata dia, kenaikan harga diperkirakan tidak akan membuat gejolak di masyarakat. Khususnya di Kukar, konsumen dinilai cukup punya daya tahan terhadap naik turunnya harga kebutuhan pokok.

“Seperti komoditas cabai pernah alami kenaikan harga dari Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 80.000. Konsumen kan tetap membelinya, tinggal bagaimana mengatur konsumsinya saja,” sebutnya.

Soal ada tidaknya rencana operasi pasar, pihaknya masih akan membahas secara internal di Bidang Perdagangan Disperindag. “Memang biasa, kita menggelar OP jelang Ramadan dan Idulfitri bekerjasama dengan Bulog Samarinda,” terangnya.

Salah seorang petani padi di Tenggarong, Yunus mengatakan harga beras pasti akan merangkak naik karena adanya pergeseran musim tanam dan panen padi. Ini sebagai imbas cuaca dengan intensitas hujan yang sangat minim.

“Kami beralih dari tanam padi ke tanam sayur mayur, yang memang, masa panennya tidak sampai 1 bulan dan kebutuhan airnya juga lebih sedikit,” pungkasnya.(Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x