src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Golden Blood: Fakta Mengejutkan Golongan Darah Emas yang Hanya Dimiliki Puluhan Orang di Dunia

Golden Blood: Fakta Mengejutkan Golongan Darah Emas yang Hanya Dimiliki Puluhan Orang di Dunia

waktu baca 3 menit
Rabu, 19 Nov 2025 12:52 265 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Golongan darah golden blood menjadi topik penting dalam dunia medis karena sifatnya yang sangat jarang ditemukan. Keunikan golden blood membuatnya dipelajari secara intensif sekaligus menjadi salah satu golongan darah paling berharga di dunia.

Dilansir dari CNN Indonesia, golden blood merupakan istilah untuk golongan darah Rh-null, tipe darah ultra langka yang tidak memiliki antigen Rhesus (Rh) sama sekali pada permukaan sel darah merah. Kelangkaannya mencapai tingkat ekstrem, dengan jumlah pemilik yang diperkirakan tidak lebih dari 50 orang di seluruh dunia. Kondisi ini menjadikannya fenomena medis yang sangat langka sekaligus penting untuk riset transfusi.

Apa Itu Golden Blood?

Golongan darah Rh-null terbentuk akibat mutasi genetik yang sangat jarang terjadi. Ketiadaan seluruh antigen Rh menciptakan karakteristik yang berbeda dibandingkan golongan darah lain. Mengutip NDTV, antigen merupakan protein atau gula pada sel darah merah yang memberi sinyal bagi sistem imun. Tanpa antigen tersebut, golden blood menjadi tipe darah yang kompatibel bagi hampir semua golongan darah dalam sistem Rh.

Meski demikian, menurut Otrock dari Cleveland Clinic, label golden blood merujuk pada tingkat kelangkaannya, bukan keunggulan atau kemurnian dibandingkan tipe darah lain. Istilah ini lebih menggambarkan betapa berharganya golongan darah Rh-null dalam dunia medis.

Para pemilik golden blood sering dianggap sebagai donor universal dalam sistem Rh. Sebab, darah mereka dapat digunakan untuk hampir semua penerima tanpa memicu reaksi imun akibat antigen Rh. Namun, mereka sendiri hanya dapat menerima darah dari sesama Rh-null.

Sebagai perbandingan, golongan darah O Negatif yang juga dijuluki donor universal tetap tidak dapat diberikan kepada penerima golden blood, karena masih mengandung antigen Rh lain yang dapat memicu reaksi penolakan.

“Inilah yang membuat transfusi bagi pemilik Rh-null sangat berisiko. Jika menerima darah dengan antigen berbeda, tubuh akan membentuk antibodi dan bisa menyerang darah donor. Transfusi berikutnya bisa sangat berbahaya,” jelas Ash Toye, profesor biologi sel di University of Bristol.

Karena keberadaan golden blood yang sangat terbatas, para ilmuwan melakukan berbagai upaya untuk memproduksinya di laboratorium. BBC melaporkan bahwa para peneliti tengah mengembangkan sel darah merah Rh-null dari sel punca yang diprogram ulang.

Selain itu, riset juga mulai memanfaatkan teknologi pengeditan gen untuk menghilangkan antigen Rh dari darah biasa, sehingga menciptakan sel darah merah mirip golden blood yang bisa digunakan dalam penelitian genetika dan pengembangan terapi medis.

Pada tahun 2018, Ash Toye berhasil menggunakan teknologi CRISPR-Cas9 untuk menghasilkan sel darah merah Rh-null. Namun penerapannya masih dibatasi oleh regulasi yang ketat dan belum dapat digunakan secara langsung pada manusia.

Saat ini, Toye bersama timnya sedang menjalankan RESTORE, studi pertama yang menguji efektivitas sel darah merah hasil laboratorium dalam tubuh manusia. Sel-sel tersebut dikembangkan dari sel punca donor, bukan berasal dari tubuh manusia yang memiliki golden blood.

Keberhasilan rekayasa golden blood di laboratorium dapat menjadi terobosan besar bagi dunia transfusi modern. Jika proses budidaya sel darah Rh-null dapat dilakukan secara efisien, potensi penyediaan cadangan transfusi bagi pasien dengan golongan darah ultra langka akan meningkat secara signifikan.

“Untuk saat ini, mengambil darah donor masih jauh lebih efisien dan murah. Kita tetap akan membutuhkan pendonor untuk jangka panjang,” ujar Toye.

“Tapi bagi mereka yang jumlah pendonornya sangat sedikit, kemampuan menumbuhkan darah akan jadi terobosan besar.”

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x