Beranda BUMI ETAM Hari Ini, KPU Samarinda Mulai Sortir dan Melipat Surat Suara

Hari Ini, KPU Samarinda Mulai Sortir dan Melipat Surat Suara

Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat. (foto: Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tiba pada Jumat 20 November 2020, kemarin, logistik Pilkada berupa surat suara yang diterima oleh KPU Samarinda langsung masuk gudang dan diamankan. Hari ini, dimulai pelipatan surat suara di gudang yang dipilih KPU Samarinda berlokasi di Jalan P Suryanata, Kota Samarinda.

Paket surat suara yang diterima KPU Samarinda sebanyak 298 koli. Tiap kolinya berisi 2.000 lembar surat suara. “Kemarin (Jumat, Red) datangnya jam 12 siang. Kalau lembar belum kami bongkar semua tapi kalau koli, sudah sesuai jumlahnya. Ada 298 Koli, masing-masing koli berisi 2.000 lembar surat suara,” ungkap Ketua KPU Samarinda Firman Hidayat, Sabtu 21 November 2020, siang.

Dikatakan Firman, sebenarnya kedatangan surat suara tersebut terlambat sehari dari jadwal yakni tanggal 19 November 2020. Akibat dari keterlambatan pemberangkatan kapal yang mengangkut surat suara tersebut.

Advertisement

Dia mengaku belum mengetahui berapa jumlah surat suara yang cacat atau rusak. “Lembar surat suara bisa diketahui kurang atau rusak setelah dilipat atau disortir,” terangnya.

Dalam pelipatan surat suara, KPU Samarinda mengerahkan sebanyak 80 orang dengan estimasi penyelesaian selama 3 hari. KPU memberikan honor sebesar Rp 300 per lembar surat suara bagi tenaga pelipat. Seluruh petugas pelipat surat suara berasal dari warga yang sebelumnya direkrut sebagai pemandu Pileg.

“Tenaga sebanyak 80 orang, target 3 hari selesai. Kan lipatnya tidak banyak, 3 calon hanya 3 lipatan. Kalau honor lipat kami berikan Rp 400 per lembar tapi nilai itu dipotong pajak jadi terima bersih sekitar Rp 300 per lembar. Mereka ini dari luar yang sebelumnya pemandu Pileg sudah kami rekrut. Melipat ini kan tidak harus ahli, lipat kertas biasa saja tapi memang ada metodenya dan sebelum melipat di-briefing dulu,” ujarnya.

Penulis: Ningsih

Editor: emha

Komentar
Advertisement