src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Gubernur Isran Noor turut mengantarkan jenazah ketua MUI Kukar yang juga gurunya. (Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Gubernur Kaltim Isran Noor dan Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menghadiri pelepasan jenazah Ketua MUI Kukar Aminuddin Edy yang meninggal dunia pada Minggu 8 Agustus 2021 sekitar pukul 08.00 WITA di RSUD AW Sjahranie Samarinda.
Gubernur mewakili atas nama pribadi, keluarga dan Pemprov Kaltim menyampaikan duka cita. “Saya memohonkan maaf, apabila selama almarhum Pak Aminuddin punya salah selama hidup. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan untuk bisa sabar, semoga almarhum Pak Amin ditempatkan yang layak disisi Allah SWT,” katanya.
“Almarhum adalah syuhada yang meninggal di tengah musibah pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan negara lain,” sebut Isran, saat pelepasan jenazah di Masjid Agung AM Sulaiman Tenggarong, Minggu 8 Agustus 2021 siang.
Isran mengenang sosok almarhum sebagai guru yang baik. Sebagai murid almarhum, dia mengaku sering bercanda saat bertemu dengan guru agamanya semasa duduk di Madrasah Tsanawiyah.
“Kalau ketemu, saya tanya, siapa nih? Almarhum menjawab, Amin, leh! Saya balikin lagi, bukan leh. Padahal saya becanda, tapi Pak Amin senang dengan becandaan saya, maklum antara guru dan murid, jadi sangat akrab, ” sebut Isran.
Bupati Edi menyebut sosok almarhum Aminuddin Edy adalah tokoh masyarakat yang memiliki sikap rendah hati, peduli antarsesama dan kepekaan sosial yang tinggi.
“Saya sering diskusi dengan beliau. Saya berdoa semoga seluruh amalnya diterima dan ditempatkan di syurga oleh Allah, ” ujarnya.
Edi menambahkan, pertemuan terakhir secara langsung dengan Pak Aminuddin saat bulan Ramadan 1442 H saat dia hendak berobat ke Jakarta.
Pertemuan selanjutnya hanya melalui daring saat gelar doa bersama untuk Kabupaten Kukar. “Almarhum sempat doakan saya, supaya lekas pulih saat masa perawatan, ” ucapnya.
Selain Ketua MUI Kukar, Aminudin juga tercatat sebagai Ketua Pembina Pengurus Masjid Agung AM Sulaiman Tenggarong. Almarhum pernah menjabat pimpinan di Ponpes PPKP Ribathul Khail Timbau Tenggarong, serta Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Unikarta.
Hampir sepekan, Aminuddin dirawat di RSUD AWS. Menurut keterangan koleganya, Aminuddin memiliki riwayat penyakit jantung. Tutup usia di umur 78 tahun. Jenazahnya dimakamkan di TPU Bukit Biru Tenggarong.
“Saat salat Subuh, kami dapat kabar dari anaknya sudah membaik, namun jam 8 pagi kami mendapatkan kabar beliau sudah meninggal dunia, ” ucap salah satu teman almarhum.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal