src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sumber: PelotonHEADLINEKALTIM.CO – Selama Ramadan, sebagian orang memilih kembali terlelap setelah sahur, sementara lainnya tetap terjaga untuk melanjutkan aktivitas sebelum berangkat kerja atau sekolah. Kebiasaan habis sahur langsung tidur kerap dianggap sepele, padahal pola ini dapat memengaruhi kesiapan tubuh menjalani puasa seharian.
Dilansir dari RRI Samarinda, dokter sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Swandari Paramita menilai tidak ada aturan baku yang mewajibkan seseorang harus tidur atau tetap terjaga setelah sahur. Yang terpenting, rutinitas harian tidak berubah drastis hanya karena sedang berpuasa. Kebiasaan habis sahur langsung tidur sebaiknya disesuaikan dengan pola hidup masing-masing.
“Yang harus dilakukan sebenarnya tetap seperti biasa. Jangan diubah. Kan yang berubah cuma makannya saja,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyarankan agar habis sahur langsung tidur tidak dijadikan kebiasaan, terutama bagi mereka yang memang terbiasa beraktivitas di pagi hari. Tubuh dianjurkan tetap bergerak dan menjalani rutinitas seperti biasa. Dengan begitu, risiko keluhan lambung akibat habis sahur langsung tidur bisa diminimalkan.
Ia menjelaskan, bila sebelum Ramadan seseorang terbiasa aktif setelah sarapan, maka selama puasa pola tersebut tetap dipertahankan. Rasa kantuk memang wajar muncul karena perubahan jam makan, namun hal itu dapat diatasi dengan mengatur waktu tidur lebih awal di malam hari. Pola ini dinilai lebih sehat dibanding habis sahur langsung tidur setiap hari.
“Kalau habis sahur tetap beraktivitas, kemudian bersiap masuk kantor dan sebagainya, ya seperti biasa saja. Jangan karena puasa lalu semua diubah,” katanya.
Dalam praktiknya, sebagian orang tetap melanjutkan aktivitas setelah sahur, lalu bersiap berangkat kerja atau sekolah. Pola ini dianggap lebih ideal ketimbang mengubah total kebiasaan hanya karena puasa. Kebiasaan habis sahur langsung tidur berpotensi membuat tubuh terasa lemas dan kurang siap memulai hari.
Lebih lanjut, perbedaan utama saat Ramadan hanya terletak pada waktu makan dan minum. Aktivitas harian sebaiknya tetap berjalan normal selama kondisi tubuh memungkinkan. Dengan menghindari habis sahur langsung tidur, tubuh dinilai lebih siap menghadapi aktivitas sepanjang hari dan risiko keluhan maag dapat ditekan.
Bagi penderita maag, menjaga posisi tubuh tetap tegak setelah makan sahur memberi waktu bagi sistem pencernaan bekerja lebih optimal. Kebiasaan habis sahur langsung tidur dapat meningkatkan risiko asam lambung naik, sehingga sebaiknya dihindari atau setidaknya ditunda beberapa waktu sebelum beristirahat.