24.4 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

H Saga Pesimistis Berau Bebas Kawasan Kumuh Tahun 2022

banner dprd samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Pembangunan terus dilakukan pemerintah Kabupaten Berau meski di tengah keterbatasan anggaran akibat pandemi COVID-19, Rabu 3 November 2021.

Salah satu target yang ingin dicapai pemerintah yakni menjadikan Kabupaten Berau bebas dari pemukiman kumuh. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Berau  menargetkan pada tahun 2022 Berau akan terbebas dari kawasan permukiman kumuh.

Ketua Komisi III DPRD Berau Saga mengaku pesimis target tersebut bisa terwujud pada 2022. Meskipun demikian, dirinya berharap Berau bisa bebas dari pemukiman kumuh. Hanya saja, kata dia, target itu tak bisa dilakukan secepat mungkin. Jika hanya pada beberapa zona di kawasan empat kecamatan saja, maka pengentasan kawasan pemukiman kumuh bisa saja dilakukan dalam jangka waktu satu tahun.

“Kalau secara umum, seluruh Kabupaten Berau untuk tahun depan, saya belum bisa menjamin,” jelasnya belum lama ini.

Anggota DPRD Berau dari Dapil 3 ini menambahkan, berkaca dari kondisi dapilnya di Kampung Kasai adalah kawasan kumuh dengan bangunan masyarakat yang tidak tertata. “Apakah ini bisa diselesaikan dengan target itu?” sambungnya.

Itu baru satu tempat. Belum lagi di tempat-tempat pemukiman mayoritas nelayan di beberapa wilayah Berau.

Terlebih kondisi anggaran yang saat ini masih terbatas dan terfokus untuk penanganan pandemi COVID-19.

“Kalau kita bicara spot atau zona yang berada di kota yang mana saat ini kita anggap kumuh itu mungkin bisa. Tetapi kalau secara umum itu saya rasa belum bisa untuk tahun depan,” ucapnya.

Menurutnya, banyak program pembangunan yang belum bisa terlaksana untuk tahun 2022 yang disebabkan keterbatasan anggaran.

Ia berharap agar pandemi ini bisa cepat berakhir agar anggaran bisa normal Kembali. “Semoga saja kita bisa kembali seperti sebelum adanya COVID-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Berau, Yudi Artangali menargetkan pada tahun 2022 mendatang Bumi Batiwakkal terbebas dari kawasan pemukiman kumuh.

Yudi menuturkan, pada tahun 2017 di Berau ada area seluas 184 hektare Kawasan permukiman kumuh.

Setelah pihaknya melakukan intervensi dan upaya peningkatan kualitas pemukiman sehingga pada 2020 jumlah tersebut menurun tinggal 28 hektare. Pada 2021 hanya menyisakan satu hektare. (ADV)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU