src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, APBD Perubahan Kaltim tahun anggaran 2022 menggunakan dana silpa tahun 2021.
“Kalau untuk menuju ke APBD Perubahan, kita menggunakan silpa di 2021. Silpanya sudah jelas dan ada beberapa yang kita optimalkan. Kemudian optimalisasi pendapatan juga kalau saya pikir untuk perubahan ini sudah cukup terukur, karena durasinya tidak terlalu lama,” ujarnya ditemui awak media usai memimpin rapat Paripurna DPRD Kaltim, Jumat kemarin.
Sementara itu, pada APBD Murni tahun anggaran 2023 ditargetkan mencapai Rp 15,1 triliun.
“Yang murni ini kita targetkan APBD Rp 15,1 triliun. Itu rancangan APBD yang cukup optimis menurut saya,” katanya lagi.
Politisi dari partai PDIP ini juga mengingatkan kepada pemerintahan daerah untuk memperhatikan perubahan iklim ekonomi yang terjadi di Kaltim dengan adanya pergerakan inflasi yang terjadi secara global saat ini.
“Yang perlu diperhatikan adalah perubahan iklim ekonomi kita, karena kekhawatiran saya, ketika kemudian harga BBM naik ini akan berdampak luas terhadap inflasi. Ketika terjadi over inflasi, ini tentunya akan berpengaruh terhadap perekonomian secara global di Indonesia, termasuk di Kaltim,” katanya.
Tak hanya itu saja, ancaman wabah penyakit juga diyakini akan berdampak pada tatatanan perekonomian daerah.
“Kita punya pengalaman pandemi COVID-19, mudahan itu sudah sirna dan tidak ada lagi wabah yang menjadi kondisi yang harus diperhatikan, karena itu dapat merubah tatanan perekonomian kita,” pungkasnya. (Adv/Ningsih)