src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat Safari Subuh Ramadhan 1446 Hijriah di Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, Kaltim, Senin (3/3/2025). (Antara Kaltim/Ahmad Rifandi) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menegaskan pentingnya sertifikasi bagi pengurus rumah ibadah, termasuk masjid, mushalla, dan surau, guna memastikan bantuan dan insentif dari pemerintah dapat tepat sasaran. Langkah ini bertujuan agar penerima bantuan, baik dalam bentuk hibah maupun program umrah, benar-benar terverifikasi dan memiliki kompetensi yang jelas.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap bantuan diberikan kepada individu yang benar-benar berhak dan telah memiliki kejelasan status sebagai pengurus rumah ibadah,” ujar Rudy saat menghadiri Safari Subuh Ramadhan di Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, Senin (3/3/2025).
Menurut Rudy, program sertifikasi ini akan diwajibkan bagi seluruh pengurus rumah ibadah di Kaltim. Hal ini tidak hanya sebagai bentuk penertiban administrasi, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pengelolaan masjid dan mushalla agar lebih baik dan profesional.
Selain insentif bagi pengurus masjid, Rudy juga menyoroti program umrah yang akan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang telah lama mengabdikan diri dalam mengelola rumah ibadah. Prioritas akan diberikan kepada pengurus berusia lanjut yang belum pernah mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah.
“Kami ingin memberikan penghargaan bagi mereka yang telah bertahun-tahun mengabdikan diri di masjid, terutama yang sudah sepuh dan belum pernah berangkat umrah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga harus berfungsi sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an dan pembentukan akhlak mulia bagi generasi muda. Ia berharap dengan adanya perhatian lebih terhadap pengelolaan masjid, akan semakin banyak masyarakat, terutama anak muda, yang tertarik untuk memanfaatkan masjid sebagai tempat kegiatan positif.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy mengungkapkan visinya agar Kalimantan Timur bisa menjadi kota pesantren yang dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Ia menyoroti pentingnya suasana masjid yang nyaman dan terawat agar dapat menarik lebih banyak jemaah, khususnya generasi muda.
“Saya ingin melihat masjid-masjid di Kaltim menjadi tempat yang nyaman dan sejuk, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas positif masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti masih adanya rumah ibadah yang kurang terawat, sehingga perlu adanya terobosan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Ia pun berharap masjid di Kaltim bisa menjadi magnet bagi umat Islam untuk berkumpul dan memperdalam ilmu agama.
Selain sertifikasi pengurus masjid, Rudy Mas’ud juga menyoroti pentingnya peran remaja dalam kegiatan keagamaan, terutama di bulan suci Ramadhan. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan iman dan takwa (imtak) menjadi faktor penting dalam membangun karakter generasi muda.
“Kita harus menjaga akhlakul karimah anak-anak muda, apalagi Kaltim merupakan salah satu provinsi dengan angka penyalahgunaan narkoba yang cukup tinggi,” tegasnya.
Rudy menilai pendidikan agama memiliki peran sentral sebagai filter untuk menangkal peredaran narkoba. Menurutnya, peran keluarga dan lingkungan, termasuk rumah ibadah, sangat menentukan dalam membentuk karakter anak-anak agar tidak terjerumus dalam pengaruh negatif.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras demi kemajuan Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak terikat pada fasilitas, tetapi lebih pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
“Kami siap bekerja di mana saja dan kapan saja, tanpa terikat fasilitas. Yang terpenting adalah bagaimana hasil kerja kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim