src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> KSOP Pertimbangkan Banyak Hal Jika Tutup Alur Jembatan Mahakam

KSOP Pertimbangkan Banyak Hal Jika Tutup Alur Jembatan Mahakam

3 minutes reading
Thursday, 13 Mar 2025 22:45 271 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Samarinda Marsudi menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya maksimal dalam menangani persoalan pascainsiden kapal tongkang muatan kayu yang menabrak pilar jembatan Mahakam, beberapa waktu lalu. Termasuk pelayanan terhadap pengguna jasa alur sungai Mahakam di bawah jembatan tersebut.

“Kami di KSOP kelas I Samarinda sudah beberapa kali bahwa kami di KSOP itu tidak diam. Kami bekerja dengan mengambil langkah-langkah perbaikan, serta memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa,” tukasnya, Rabu 12 Maret 2025.

Ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak berkepentingan sepeti Dinas Perhubungan Provinsi Kaltimmaupun Kota Samarinda , Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional ( BBPJM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta pemilik kapal yang menabrak Jembatan Mahakam.

“Terkait pembangunan fender baru dalam melindungi tiang jembatan, hal itu juga perlu waktu yang lumayanan lama,” ungkapnya.

Mursidi menjelaskan, pihaknya perlu membersihkan area jembatan untuk membangun fender yang baru. “Artinya, ada proses di sana, perlu waktu dan memang tidak bisa secepatnya dilakukan,” kata Marsudi lagi.

Lanjutnya, untuk mengamankan area di jembatan kembar setelah hilangnya fender, secara teknis KSOP Samarinda pun telah meningkatkan keamanan dengan menambahkan dua kapal tug esscort dan tug assist untuk melayani keamanan pelayaran.

“Setelah kejadian kemarin, level pengamanan kita tingkatkan. Iya, mungkin awal itu tidak ada tug esscort kita tambah dua, kita juga tambah juga assist dua, ini sebagai bentuk pengamanan kita sedemikian rupa. Terus kita batasi juga ketinggian muatannya yang lewat, sesuai dengan kapasitas kapal,” jelasnya.

Ia mengatakan perusahaan akan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Saat ini, kapal tongkang muatan kayu telah diamankan. “Secara tanggung jawab seperti halnya pemilik kapal bertanggung jawab dan juga ada di hadapan notaris menyatakan tanggung jawab, besarannya berapapun. Cuma perlu kajian, berapa jumlah kerugian, biaya pembangunan fender yang baru, itu kan perlu kajian. Ini pemilik kapal menyatakan siap bertanggung jawab,” ucapnya.

TAK PERLU PENUTUPAN ALUR

Mursidi menilai jika dilakukan penutupan alur di bawah Jembatan kembar Mahakam maka akan berdampak pada roda ekonomi. Ini mengingat Kalimantan Timur dikenal sebagai pengekspor batu bara.

“Kami sudah melakukan penutupan alur, pada saat melakukan investigasi, apa saja yang perlu dilakukan dan kami lakukan penutupan dalam sehari kemarin kan, tapi menutup untuk sampai fender itu dibangun, itu diluar logika kita. Sebab, berapa lama fender itu dibangun masih belum dipastikan,” jelasnya.

“Kalau ditutup beberapa bulan kira-kira ditutup dengan jangka waktu itu dampaknya sepeti apa, nah ini perlu kajian juga,” tutupnya. (said)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x