30.8 C
Samarinda
Wednesday, February 28, 2024

Gubernur Kaltim Keluarkan 2 Ingub Aturan Pelaksanaan PPKM Level 4 dan 3

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengeluarkan 2 Instruksi Gubernur (Ingub) sekaligus, menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) soal PPKM level 4 dan level 3 di daerah.

Ingub Kaltim Nomor 22 tahun 2021 tentang PPKM level 4 di Kaltim mengatur tentang pelaksanaan di lapangan pada seluruh sektor masyarakat, usaha dan dinas pemerintahan yang terdiri dari 10 poin penting. Berlaku bagi 5 kabupaten/kota yaitu, Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser.

Diantaranya, Ingub Kaltim berlaku mulai tanggal 10 hingga 23 Agustus 2021. Lainnya mengatur tentang, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen WFH (Work From Home). Sedangkan pelaksanaan pada kegiatan sektor esensial seperti keuangan dan perbankan tetap dapat beroperasi, dengan kapasitas maksimal 50 persen dan layanan administrasi perkantoran 25 persen.

Adapun kegiatan pasar modal, teknologi informasi dan perhotelan juga dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen.

Khusus pada sektor industri orientasi ekspor dan industri penunjang ekspor dapat beroperasi 100 persen. Sedang sektor kritikal, seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat dan apotik dapat beroperasi 100 persen.

Untuk swalayan, supermarket yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 wita.

Namun kegiatan makan/minum di tempat umum yang sebelumnya diberikan waktu hanya 20 menit, dalam InGub ini tidak lagi dicantumkan. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima tetap diizinkan buka dengan protokol kesehatan dengan kapasitas 25 persen dan melayani makan di tempat.

InGub Kaltim Nomor 23 tahun 2021 juga memuat 10 poin penting terkait dengan PPKM level 3,2,1. Yakni untuk kabupaten/kota Bontang, Berau, Kutai Barat, Panajam Paser Utara, Mahakam. Ulu.

Diantaranya, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan Pendidikan dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh. Pelaksanaan kegiatan di tempat kerja/perkantoran diberlakukan 75 persen WFH dan 25 persen WFO dengan protokol kesehatan ketat.

Kegiatan pada sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman dan tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari tetap dapat beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai dengan pukul 20.00 wita. Tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan dengan kapasitas 25 persen dan mengoptimalkan ibadah di rumah.

“Bontang dan PPU keluar dari level 4, peringkatnya semakin bagus. Tapi tidak boleh lengah, ” ucap Asisten I Pemprov Kaltim HM Jauhar Effendi pada headlinekaltim.co, Selasa 10 Agustus 2021.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -