src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> FGD Media Sosial Kaltim 2026: Ancaman Hoaks hingga Polarisasi Jadi Sorotan Serius

FGD Media Sosial Kaltim 2026: Ancaman Hoaks hingga Polarisasi Jadi Sorotan Serius

2 minutes reading
Wednesday, 29 Apr 2026 13:43 2 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – FGD media sosial Kaltim menjadi sorotan dalam membahas tantangan dunia digital saat ini. Isu media sosial Kaltim mengemuka sebagai perhatian utama dalam forum yang digelar di Polda Kaltim.

Dilansir dari Pemprov Kaltim, Pusat Studi Kepolisian menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Quo Vadis Media Sosial Kalimantan Timur di Gedung Mahakam Polda Kalimantan Timur, Rabu (29/4/2026).

Kapolda Kaltim, Endar Priantoro, menegaskan bahwa media sosial kini telah berkembang menjadi ruang publik digital yang memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat hingga kondisi stabilitas sosial.

Ia mengatakan, pengelolaan media sosial harus dilakukan secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

“Media sosial bisa menjadi kekuatan besar, namun juga berpotensi menimbulkan polarisasi, hoaks, hingga krisis kepercayaan terhadap lembaga negara jika tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, ia juga menyoroti berbagai tantangan yang muncul di era digital, seperti fenomena echo chamber, maraknya penyebaran informasi palsu, hingga pengaruh algoritma yang dapat memperkuat fragmentasi sosial.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, bahkan dapat memicu konflik horizontal serta radikalisme jika tidak diantisipasi sejak dini.

FGD media sosial Kaltim ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Isradi Zainal, Muhammad Faisal, Muhammad Arifin, Roro Avrilia Putri Gunawan, serta Yuliyanto.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa, insan pers, dan aparat kepolisian diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran strategis dalam merumuskan arah pengelolaan media sosial yang sehat.

Selain itu, forum ini juga menjadi upaya mendorong peningkatan literasi digital di tengah masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

Kapolda berharap, ke depan media sosial Kaltim dapat bertransformasi menjadi sarana komunikasi yang mampu memperkuat kohesi sosial sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Timur.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x