src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bakal Cakada dari PKS, Sri Juniarsih yang menjabat Bupati Berau mengembalikan formulir ke Partai Demokrat. (zayn/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB-Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Partai Demokrat Berau Hardiansyah menyebut partainya telah membuka pendaftaran sejak 1 – 30 April 2024.
Dikatakannya, hingga saat ini, sudah ada enam bakal calon kepala daerah yang sudah mendaftar melalui Partai Demokrat dengan menjajaki koalisi. Selain itu, ada tokoh non partai yang ikut mendaftar sebagai bakal Cakada.
“Sementara ini sudah ada empat orang yang telah mengembalikan formulir dan besok hari terakhir pendaftaran,” jelasnya kepada headlinekaltim.co pada Senin, 29 April 2024.
Harsiasyah mengaku hanya bisa menyebutkan nama karena telah mendaftar secara resmi alias mengembalikan formulir. Masing-masing kader PKS yang juga Bupati Sri Juniarsih, Ketua DPC Partai Gerindra Jakaria, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Berau Taupan Madjid dan Marhana.
“Kalau partainya kita belum tahu, karena kami mendapatkan informasi bahwa dirinya (Marhana) menyatakan belum berpartai, begitu juga dengan Taupan Madjid,” ungkapnya.
Dia belum dapat memastikan apakah ada perpanjangan masa penjaringan. Sejauh ini, antusiasme tokoh untuk mendaftar di Partai Demokrat cukup tinggi. “Banyak orang yang ingin berkoalisi bahkan ingin mencalonkan diri melalui Partai Demokrat. Ini sudah melebihi daripada target sebenarnya,” tuturnya.
Demokrat, lanjutnya, juga tidak ingin nama bakal cakada terlalu banyak. Nama-nama yang resmi mendaftar sudah diusulkan ke DPD dan DPP Demokrat.
Hardiansyah menegaskan pihaknya akan melakukan survei elektabilitas karena syarat dari pencalonan ketika ingin berkoalisi atau menjadi calon bupati maupun wakil bupati dari Partai Demokrat harus berdasarkan survei elektabilitas.
“Untuk hasil sementara, juga sudah ada dilaporkan. Namun, hasil fix-nya nanti setelah penutupan. Jadi nanti di awal bulan akan langsung dilaporkan sekitar tanggal 2 Mei 2024, kemungkinan kita akan langsung bawa dan kawal nama-nama tersebut ke pusat sampai ke DPP di Jakarta,” pungkasnya. (Riska)