33.2 C
Samarinda
Sunday, April 14, 2024

Dua Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Dibekuk Polres PPU

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Dua tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi ditangkap oleh jajaran Opsnal Reskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU).

Kapolres PPU AKBP Hendrik Hermawan dalam jumpa pers mengatakan dua pelaku curanmor diamankan di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Rabu 20 Oktober 2021. Penangkapan kedua pelaku bekerja sama dengan kepolisian setempat.

Kedua pelaku curanmor yang diamankan berinisial SAR (41) warga Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang melakukan aksi curanmor dan AT (41) warga Buntok, Kabuapten Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berperan sebagai penadah dan penjual hasil curian.

“Satu berperan sebagai pemetik dan satu sebagai penadah,” kata Hendrik kepada wartawan di Mapolres PPU, Selasa 26 Oktober 2021.

Kedua pelaku tidak langsung dibawa ke PPU karena jajaran Reskrim Polres PPU terlebih dahulu melakukan pengembangan untuk menemukan barang bukti.

Barang bukti hasil pencurian yang berhasil ditemukan sebanyak lima unit, yakni satu unit motor Honda Scoopy warna putih-merah, tiga unit Yamaha N-MAX warna hitam dan satu unit Yamaha Aerox warna merah.

Sementara untuk tempat kejadian perkara (TKP), di PPU tiga tempat, satu di Kota Samarinda, satu di Kutai Kartanegara.

“Untuk menemukan kelima barang bukti tersebut, jajaran Polres PPU berada di Kalsel dan Kalteng selama lima hari. Karena barang bukti hasil pencurian tersebut ditemukan di wilayah Kalsel dan Kalteng,” sambungnya.

Setelah barang bukti tersebut ditemukan, kedua pelaku dibawa ke PPU pada Senin 25 Oktober 2021.

Kapolres pun mengungkapkan, pelaku menggunakan kunci T. Bahkan, ada motor yang dicuri tersebut terlebih dahulu SAR masuk ke dalam rumah korban untuk mengambil kunci motor kemudian membawa kabur motor tersebut.

“Pelaku SAR ini ke PPU menggunakan angkutan umum untuk mencari sasaran. Setelah mengambil motor, kemudian motor tersebut dibawa ke Kalsel. Setelah dijual ke penadah, kembali lagi ke PPU. Motornya itu dipakai sendiri ke Kalsel. Kecuali yang TKP Samarinda, dikirim ke Kalsel menggunakan travel,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres PPU Iptu Dian Kusnawan menambahkan, tersangka SAR menjual motor curian ke penadah berinisial AT sebesar Rp6 juta per unit untuk motor Yamaha N-MAX dan Aerox. Kemudian penadah menjual motor curian tersebut ke warga sebesar Rp10 juta per unit.

“Pelaku mengincar motor matik besar. Karena mudah dilempar atau cepat laku terjual,” pungkasnya. Saat ini kedua tersangka telah mendekam di sel tahanan Polres PPU.

Penulis: Teguh

Editor: MH Amal

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU