src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
RDP membahas pemekaran kecamatan Muara Kaman.(symber : Andri/Headlinekaltim)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pemekaran Kecamatan Muara Kaman belum bisa terealisasi karena belum ada kesepakatan lokasi ibu kota kecamatan baru. Ada dua desa yang menjadi calon ibu kota Kecamatan, yakni Desa Bunga Jadi dan Sedulang.
”Masalahnya, belum ada kesepakatan di mana ibukota kecamatan, apakah di Bunga Jadi atau di Sedulang,” ucap Ketua Komisi I DPRD Kukar, Agustinus Sudarso, Senin 23 Februari 2026, saat memimpin rapat soal pemekaran Muara Kaman.
Berdasarkan beberapa kajian, seperti dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kukar, Muara Kaman dinilai layak dimekarkan. Wilayahnya luas dengan 20 desa. ”Sudah 10 desa yang siap bentuk kecamatan yang baru,” ucap politisi Gerindra ini.
Permasalahan timbul karena Desa Sedulang merasa dianaktirikan dalam segi pembangunan. Ada 10 desa yang akan membentuk kecamatan baru meliputi Sedulang, Menamang Kanan, Menamang Kiri, Sabintulung, Puan Cepak, Teratak, Sidomukti, Bunga Jadi, Panca Jaya dan Cipari Makmur.
”Kami minta Sedulang untuk bersabar karena porsi pembangunan akan kita perjuangkan disana,” ungkapnya.
Camat Muara Kaman Nadi Biswan mengakui, wilayah Muara Kaman sangat luas. Sayangnya, pembangunan infrastruktur belum merata. Seperti jalan yang belum terhubung. Soal keluhan dari Desa Sedulang, Nadi meminta waktu satu tahun untuk pembangunan infrastruktur yang lebih baik. “Nantinya bakal ada markas batalyon (militer) di sana. “Kalau pembangunan Batalyon jadi, pembangunan akan lebih pesat di Sedulang,” ungkapnya.
Nama kecamatan yang baru berdasarkan usulan terdahulu adalah Muara Kaman Darat. Belakangan, ada usulan nama baru, Kecamatan Sedulang Darat. Berdasarkan kajian akademik, yang layak menjadi pusat kecamatan adalah Desa Bunga Jadi. ”Posisinya sangat pas dan strategis, ibukota kecamatan ada di Bunga Jadi,” jelas Camat.
Status Desa Sedulang, sebut Nadi, termasuk desa tertinggal. Penyebabnya, untuk menuju ke sana, akses darat tidak memadai. Jalan masih rusak dan belum beraspal.
Kades Sedulang Fitriansyah merasa miris dengan nasib pembangunan desanya. “Jalan menuju ke desa kami, kalau hujan, penuh perjuangan untuk melintas. Makanya, RDP ini sangat penting. Saya sendirian saja yang hadir karena hujan seharian sehingga sulit kalau ingin keluar dari Sedulang,” keluhnya.
Asisten I Setkab Kukar Bidang Pemerintahan, Ahmad Taufik Hidayat mengatakan rencana pemekaran Muara Kaman sudah lama. Dari segi persyaratan administrasi sudah memenuhi.
”Tinggal penetapan calon ibukota kecamatan saja, masih tarik ulur antara Bunga Jadi dengan Sedulang,” pungkasnya.(Andri)