src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Presiden Jokowi Kenakan Baju Adat Kutai dalam Peringatan Detik-Detik Proklamasi di IKN HEADLINEKALTIM.CO – Dalam upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Sabtu, Presiden Joko Widodo tampil memukau dengan mengenakan baju adat Kutai, pakaian khas Suku Kutai, Kalimantan Timur. Baju adat ini tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga menunjukkan penghormatan Presiden terhadap budaya lokal, terutama sebagai penghargaan atas tempat berdirinya Ibu Kota Nusantara yang baru.
Berdasarkan informasi dari Biro Pers Sekretariat Presiden dilansir Anataranews, baju adat Kutai yang dikenakan oleh Presiden Jokowi terinspirasi dari Kesultanan Kutai Kertanegara, sebuah kerajaan tertua di Nusantara yang memiliki sejarah panjang dan pengaruh besar di wilayah Kalimantan. Pakaian adat ini umumnya dikenakan dalam upacara-upacara penting, mencerminkan keagungan dan kebesaran tradisi yang masih hidup hingga hari ini.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menunjukkan rasa hormatnya terhadap kekayaan budaya Kalimantan dengan mengenakan pakaian adat khas Pontianak, Kalimantan Barat. Wapres Ma’ruf, yang mengikuti upacara secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, mengenakan pakaian adat suku Melayu Sambas, sebuah simbol dari kebesaran dan kemegahan budaya Melayu yang kaya akan nilai-nilai adat dan tradisi.
Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan tahun ini memang terasa lebih istimewa, karena selain menjadi ajang memperingati 79 tahun kemerdekaan Indonesia, juga menjadi momen penting bagi Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan yang baru. Dengan diadakan di halaman Istana Negara IKN, upacara ini menandai babak baru dalam perjalanan sejarah Indonesia, di mana pusat pemerintahan secara bertahap akan berpindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Presiden Jokowi yang memimpin langsung upacara ini menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan dan keberagaman budaya sebagai fondasi bangsa yang kokoh. “Kita harus terus menjaga dan melestarikan budaya-budaya lokal kita, karena di sanalah identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia berada,” ujar Presiden dalam pidatonya.
Upacara berlangsung dengan penuh khidmat, diiringi dengan suasana yang syahdu namun penuh semangat. Di IKN, suara dentuman meriam yang menggema dari sisi kanan Istana Negara menandai detik-detik proklamasi, mengingatkan kita pada momen-momen bersejarah yang mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan.
Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin, dengan penampilan mereka dalam balutan pakaian adat, tidak hanya memberikan pesan tentang pentingnya pelestarian budaya, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkenalkan dan menghormati kekayaan budaya yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa keberagaman budaya adalah salah satu aset terbesar bangsa yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Artikel Asli baca di Antaranews
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim