src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tari Dayak. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Potensi budaya lokal dinilai dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Berau. Karena itu, pelestarian budaya daerah perlu terus dijaga agar dapat menjadi identitas sekaligus daya tarik bagi wisatawan.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, mengatakan kekayaan budaya yang dimiliki daerah merupakan aset berharga yang tidak hanya mencerminkan jati diri masyarakat, tetapi juga dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Menurutnya, berbagai tradisi, kesenian, serta kearifan lokal yang ada di masyarakat memiliki nilai yang dapat diperkenalkan lebih luas kepada publik.
“Budaya adalah identitas daerah yang harus terus dijaga. Selain itu, budaya juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata,” ujarnya.
Politikus dari Partai NasDem tersebut menilai, menjaga kelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Peran masyarakat dinilai sangat penting agar berbagai tradisi dan nilai budaya tetap terjaga dari generasi ke generasi. Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan pelestarian budaya di daerah. “Tanpa partisipasi masyarakat, berbagai program pelestarian budaya tidak akan berjalan maksimal,” katanya.
Dedy juga menyebutkan bahwa pemerintah daerah selama ini telah berupaya memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya, mulai dari penyelenggaraan kegiatan budaya hingga memberikan ruang bagi komunitas adat dan pelaku seni untuk menampilkan karya serta tradisi yang dimiliki.
Namun demikian, ia menilai dukungan tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga serta meneruskan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Selain itu, ia juga mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerah, khususnya di Kabupaten Berau.
Menurutnya, anak muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. “Perkembangan zaman tidak bisa dihindari, tetapi budaya lokal harus tetap dipertahankan sebagai identitas daerah,” pungkasnya. (Adv56/Riska)