src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG –Jenis ikan khas sungai Mahakam, ikan sidat ditemukan di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Saat ini, sampel ikan tersebut, diteliti lebih lanjut oleh Balai pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Kalimantan Barat dan Balai besar perikanan Mandiangin Kalsel.
“Awalnya ditemukan ikan sidat di Loa Kulu Kota, oleh warga dibalik tumpukan bebatuan pinggir sungai,” ucap Kasi Pembudidaya Ikan Dinas Perikanan dan Kelautan(DPK) Kukar, Abdi, kepada Headlinekaltim.co.
Ikan sidat yang ditemui ukurannya terbilang kecil dengan jumlah yang banyak tersebut. Sempat diambil dan dipelihara oleh warga, namun gagal dalam perawatannya.
“Rata-rata ikan sidat yang dirawat warga pada mati, namun ada juga yang bisa hidup sampai sekarang,” ucapnya.
Karena bagian dari endemi yang berbeda diperairan mahakam, sampel Sidat sudah diteliti oleh BPSPL Pontianak dan Balai besar perikanan Mandiangin Kalsel.
“Kita duga ini Sidat khas Mahakam, namun kita belum pastikan karena masih proses penelitian,” ujarnya.
Sidat tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi DPK Kukar, untuk bisa lakukan pengembangan lebih lanjut untuk dibudidayakan.
“Sampel yang masih tersisa hidup, bisa bertahan diberi makan pelet, sebelumnya juga diberi makan cacing, ” ucapnya.
DPK Kedepankan, masih konsentrasi pengembangan budi daya ikan khas mahakam, haruan, Toman dan lainnya. Dan keunggulan air sungai mahakam, cocok juga pengembangan ikan nila dan mas.
“Ini dibuktikan Kukar selalu berlimpah ikan air tawar jenis nila, mas dan patin, ” bilangnya.
Abdi meyakini kedepannya, masyarakat Kukar banyak yang mengembangkan sektor perikanan budi daya, mengingat Pemkab Kukar juga konsen pengembangan perikanan untuk masyarakat.
“Kukar didesain sebagai penyanggah pangan untuk IKN nanti, ” pungkasnya.
Penulis: Andri