src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Sunggono. (Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono memberikan isyarat ke seluruh jajaran Pemkab Kukar agar tidak terlena dan lambat menghadapi isu keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Sebab, wacana IKN bukan barang palsu.
“Saya pertegas IKN itu nyata, OPD harus tanggap terhadap IKN, ” ucap Sekda Sunggono, saat memberikan arahan bimtek penyusunan master plan Smart City Kukar, Senin 27 September 2021.
Sunggono mengklaim, RUU IKN sudah dilakukan pembahasan di DPR RI yang menandakan IKN berproses terus. Dia meminta semua OPD mencari info sebanyak-banyaknya tentang IKN dan melakukan berbagai persiapan sebagai bentuk sumbangsih Pemkab demi percepatan pembangunan Kukar.
“Pemkab Kukar selalu saling berkoordinasi terus dengan Pusat dan Pemprov terkait IKN, ” paparnya.
Menyinggung smart city Kukar, dia menyebut ini merupakan konsep pembangunan kekinian yang sudah selaras dengan percepatan teknologi cerdas. Konsep kota cerdas harus memberikan dampak percepatan pembangunan di tingkat desa dengan memanfaatkan potensi lokal desa.
“Makanya kita lagi menyiapkan, pelayanan masyarakat berbasis digital di kecamatan, pelayanan hanya cukup dari kecamatan, ini dipastikan lebih efektif dan efesien,” ucap mantan Camat Muara Badak ini.
Demi menyukseskan pelayanan digital di kecamatan, Sunggono memastikan dukungan regulasi berupa peraturan bupati (Perbup) Kukar.
“Kita juga menggandeng Badan Perencanaan pembangunan nasional (Bappenas) untuk percepatan pelayanan mendukung smart city,” pungkasnya.
Kepala Diskominfo Kukar, Dafip Haryanto mengatakan bimtek penyusunan master plan smart city Kukar sudah masuk pembahasan kedua dan aka nada lanjutannya.
“Kita rencananya masuk pembahasan keempat, master plan sudah rampung. Pertemuan pertama pada Juli 2021 yang lalu, ” papar Dafip.
Dukungan pembuatan master plant smart city melibatkan Diskominfo Kaltim dan Bappenas karena smart city yang ingin diwujudkan terintegrasi dengan daerah lainnya di Kaltim.
“Selain Kukar juga melibatkan Kutai Barat dan Paser. Kukar sudah punya pemetaan kawasan khusus strategis smart city, ” ujar Dafip.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal