src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Perahu karet dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra Utara (Foto: Humas Polda Sumut)HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – BNPB memperbarui catatan korban meninggal bencana Sumatra setelah adanya laporan tambahan satu korban jiwa dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Penambahan ini membuat total korban meninggal bencana Sumatra per hari ini mencapai 1.178 orang.
Abdul Muhari menjelaskan, laporan terbaru masuk dari Tapanuli Tengah yang menambah daftar korban meninggal bencana Sumatra. “Per hari ini Selasa 6 Januari ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia satu jiwa. Sehingga total korban per hari ini menjadi 1.178 jiwa,” ujarnya.
Dilansir dari RRI Berdasarkan rekapitulasi BNPB, Aceh menjadi provinsi dengan korban meninggal bencana Sumatra terbanyak, yakni 543 jiwa. Sementara itu, jumlah korban hilang tertinggi tercatat di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dengan total 74 orang yang masih dalam pencarian.
Selain korban meninggal bencana Sumatra, dampak bencana juga memicu lonjakan pengungsian. BNPB mencatat pengungsi Aceh mencapai 217.780 jiwa, menjadikannya wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi di Sumatra saat ini.
Rincian BNPB menunjukkan Kabupaten Aceh Tamiang menjadi daerah dengan pengungsi Aceh terbanyak, yakni 74.735 jiwa. Kondisi ini membuat pemerintah pusat dan daerah memfokuskan penanganan logistik serta layanan dasar bagi para pengungsi.
Dalam perkembangan penanganan, status tanggap darurat Aceh masih berlaku di sembilan kabupaten. Aceh menjadi satu-satunya provinsi di Sumatra yang hingga kini belum beralih dari fase tanggap darurat.
Sementara itu, Sumatra Utara dan Sumatra Barat telah memasuki tahap transisi darurat. Abdul Muhari menyampaikan bahwa Kabupaten Agam di Sumatra Barat pada hari ini resmi mengubah status dari tanggap darurat menjadi transisi darurat.
Dengan perubahan tersebut, seluruh wilayah di Sumatra Barat kini berada pada fase transisi darurat. BNPB menilai kondisi ini memungkinkan percepatan pemulihan pascabencana.
“Artinya memang proses-proses yang kita lakukan di fase awal recovery dan pemulihan ini sudah mulai dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Dan kita harapkan juga nanti di Aceh juga akan mengikuti,” kata Muhari.