23.9 C
Samarinda
Wednesday, May 22, 2024

Cerita Petugas BPBD Selama Dua Pekan Berjibaku dengan Api di TPA Bukit Pinang

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA– Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Pinang Jalan Pangeran Suryanata Kelurahan Bukit Pinang Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda berstatus siaga bencana terjadi selama dua pekan. Sejak Minggu 24 September 2023 lalu, warga sekitar dipaksa menghirup asap dari tumpukan sampah yang terbakar pada siang dan malam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan jangka waktu penanganan status bencana darurat hingga Selasa 10 Oktober 2023.

Selama dua minggu api terus menerus melalap TPA Bukit Pinang, Tim gabungan TNI, Polresta Samarinda, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda dan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda diterjunkan ke lokasi dan berjaga 24 jam. Mereka bersiaga agar nyala api tidak melebar dari lahan 5 hektare tersebut ke lahan dan pemukiman warga.

Petugas BPBD Kota Samarinda Nusa yang ditemui bercerita bahwa dalam menghadapi kebakaran TPA Bukit Pinang, petugas terkendala air saat permulaan kebakaran terjadi.

“Kita harus bergantian mengisi dengan jarak yang cukup jauh. Kalau saat ini sudah lebih baik karena statusnya sudah siaga bencana,” ujarnya kepada headlinekaltim.co di TPA Bukit Pinang, pada Senin 9 Oktober 2023.

BPBD Kota Samarinda bahkan harus membangun posko di bawah lokasi yang kerap terbakar. “Kita bangun tenda sangat dekat, kita bagi beberapa shift. Setiap shift ini akan berjaga seharian penuh karena walaupun kondisi kita lihat saat ini aman tapi setiap pengecekan dalam dua jam titik api kembali muncul,” katanya.

“Jadi kita tetap selalu berjaga,” sambungnya.

Dana, petugas BPBD Kota Samarinda lainnya menceritakan suka duka selama berjaga di TPA Bukit Pinang. Mereka harus mengakrabi bau yang menyengat sembari menikmati makanan demi menjaga stamina.

“Jatah makan dijaga dengan baik yang kita dapatkan, tiga kali sehari hingga 4 kali sehari,” ucapnya.

Kobaran api di TPA bukanlah persoalan sepele. Sebab, titik api terus menerus muncul sebab sampah di lokasi telah mengering dan memiliki kandungan gas yang mudah terbakar.

“Kalau malam asap akan lebih terlihat, juga kita temui mungkin dapat dikatakan seperti api abadi berwarna biru walaupun ukurannya kecil, ini terus menyala berwarna biru tanpa henti,” ujar Dana.

- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU