src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Cegah Penyelewengan, DPMK Berau Gelar Penguatan Pengelolaan Dana Kampung

Cegah Penyelewengan, DPMK Berau Gelar Penguatan Pengelolaan Dana Kampung

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Okt 2025 19:09 488 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas meminta kepada 100 Kepala Kampung (Kakam) yang ada di Berau agar memegang prinsip kehati-hatian, cermat dan teliti dalam pengelolaan dana kampung.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan Penguatan Pengelolaan Dana Kampung pada Kamis, 9 Oktober 2025 di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya maladministratif yang berujung pada tindak pidana korupsi.

“Pengelolaan dana dan keuangan adalah persoalan yang sangat sensitif sehingga Kakam beserta perangkat kampung harus menjalankan tugas sesuai dengan prosedur serta mekanisme pengelolaan keuangan secara tertib dan disiplin,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan keuangan kampung harus efektif, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai aturan yang berlaku. Pengawasan penggunaan dana kampung sudah semakin ketat, mulai pengawasan melekat dari kecamatan, kabupaten, Kejari, Inspektorat, BPK, masyarakat hingga aparat penegak hukum. “Supaya tidak salah dalam tata kelola pemerintahan maupun keuangan kampung,” bebernya.

Kegiatan ini adalah bentuk perhatian Pemkab Berau melalui DPMK Berau kepada seluruh kampung supaya tidak menimbulkan dampak masalah hukum karena salah dalam pengelolaan keuangan kampung. “Untuk itu, laksanakan amanah ini dengan jujur,” ucapnya.

Kepala Kampung wajib berkoordinasi dengan camat dan DPMK untuk mendapatkan pendampingan dan konsultasi hal-hal yang menjadi permasalahan. Kata dia, jangan sampai Kakam mengambil tindakan di luar aturan yang berlaku.

“Maka dikhawatirkan akan memicu permasalahan dan tindakan yang melawan hukum serta tidak diinginkan di kemudian hari,” tuturnya.

Selain itu, Sri Juniarsih mengajak Kakam untuk terus menggali potensi kampungnya masing-masing. Mengingat Berau sedang bertransisi ke sektor pariwisata. “Oleh karena itu, bagaimana caranya kita mengangkat potensi kampung yang ada supaya bisa menjadi badan usaha milik kampung (BUMK) dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dia mengatakan, Kakam harus bisa berinovasi berkreativitas dalam mengembangkan potensi kampung, ekonomi kreatif dan UMKM. Kemudian dibarengi dengan pemanfaatan dana yang efektif dan efisien. “Pemkab Berau juga saat ini melakukan efisiensi anggaran,” pungkasnya. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x