src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dirut Perumda Tirma Suparno.(Sumber : Andri)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bupati Kukar Edi Damansyah mensinyalir ada oknum karyawan Perumda Tirta Mahakam (Tirma) yang terlalu menikmati zona nyaman, padahal membebani masyarakat. Alasannya, selama dia turun ke lapangan, selalu menerima keluhan air bersih.
“Kami paling banyak terima keluhan warga belum bisa menikmati air bersih. Ini masalahnya ada di mana?” kata Edi saat hadiri HUT Perumda Tirma ke-33 .
Bukan hanya terima keluhan. Edi bahkan menelusuri penyebabnya. Dia mendengar soal biaya memasang sambungan rumah (SR) air bersih dikenakan tarif yang mahal. Bupati Edi meminta kepada karyawan bekerja memakai hati demi memenuhi kebutuhan dasar air bersih.
“Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Perumda Tirma harus benahi sistem dan sumber daya manusia (SDM)-nya,” sarannya.
Mendapat masukan dari Bupati Edi, Direktur Utama Perumda Tirma Suparno mengakui ada oknum bawahannya yang sebebasnya menentukan tarif pemasangan SR air bersih.
“Misalkan, ada orang yang bertanya, berapa harga pasang SR, ada yang langsung sebut harga Rp 4 juta, padahal belum cek ke lapangan, bisa jadi biayanya di bawah Rp 4 juta,” sebutnya.
Suparno juga mengakui, tarif pemasangan SR memang variatif. Namun, publik sudah bisa mengetahui lewat sistem berbasis online bernama Sistem Informasi Manajemen Tirta Mahakam (Si Ranam) yang sudah diterapkan di cabang Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Bakungan dan Tenggarong.
“Si Ranam sangat transparan bagi publik, jadi oknum yang bermain di zona nyaman mainkan tarif akan tergerus dengan sendirinya oleh sistem tata kelola yang sudah kita buat,” jelasnya.(Andri)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim