Beranda BUMI ETAM Bupati dan Ketua DPRD Kukar Tak Jalani Vaksinasi COVID-19, Ini Alasannya

Bupati dan Ketua DPRD Kukar Tak Jalani Vaksinasi COVID-19, Ini Alasannya

Simulasi vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan RSUD AM Parikesit Tenggarong (foto: Andri/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Manajemen RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang menggelar simulasi vaksinasi COVID-19, Rabu 13 Januari 2021.

Simulasi tersebut sebagai persiapan seremonial vaksinasi bagi 10 tokoh yang akan divaksin besok 14 Januari 2021. Dari seluruh tokoh itu, Bupati Edi Damansyah dan Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid, tidak bisa jalani vaksinasi karena kondisi kesehatannya.

“Bupati dan Ketua DPRD kukar, kondisinya tidak memungkinkan untuk divaksin,” jelas Plt Direktur RSUD AM Parikesit Martina Yulianti usai simulasi.

Advertisement

Adapun, tokoh lain yang siap jalani vaksinasi yaitu Dandim 0906/Tenggarong Letkol Inf Charles Alling, Kapolres kukar AKBP Irwan Masulin Ginting, beberapa tokoh agama islam dan kristen, tokoh muda influenzer, perwakilan organisasi profesi.

“Yang mewakili pemda saya sendiri,” ucap Yuli, yang juga jabat Kadinkes kukar ini.

Tahapan vaksinasi COVID-19 di Kukar akan di mulai pukul 09.00 Wita. Mereka yang terima vaksinasi sudah lebih dulu menerima SMS registrasi ulang, serta data identitasnya sudah masuk ke sistem nasional. Setelah jalani vaksin, maka yang bersangkutan akan konfirmasi kembali ke sistem tersebut.

Sebelum mendapatkan suntikan vaksin, penerima vaksin akan melewati beberapa screening terkait kesehatan yang bersangkutan. RSUD telah menyediakan fasilitas di ruang instalasi farmasi kukar untuk pemeriksaan.

“Besok langsung diantar vaksinnya dari gudang instalasi farmasi, jaraknya dekat saja dengan RSUD, ” ucapnya.

Baca Juga  Positif Covid-19 di Berau Bertambah Satu, Pasien Klaster Gowa Sembuh

Dalam proses vaksinasi diperkirakan memakan waktu 15-20 menit, karena harus melewati berbagai screening test di empat pemeriksaan. Yaitu, cek kesehatan, l pendataan, proses vaksinasi dan proses pelaporan.

“Namun, bisa saja dalam proses skrening ada yang tidak memenuhi, maka akan dilakukan penundaan, ” pungkasnya.

Penulis: Andri

Editor: Amin

Komentar
Advertisement