src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat memberikan Vitamin A & Obat Cacing pada bayi atau balita di Posyandu Melati, Jalan Durian III, Tanjung Redeb. (Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas membuka pencanangan pemberian vitamin A terintegrasi & obat cacing bagi bayi dan balita pada Senin, 10 Agustus 2026 di Posyandu Melati, Jalan Durian III, Tanjung Redeb.
“Musia 0–6 tahun merupakan periode emas yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak karena di sinilah pertumbuhan dan perkembangan seorang anak berlangsung dengan sangat pesat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan gizi pada masa tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, daya tahan tubuh serta kesehatan anak secara keseluruhan. Karena itu, Sri menilai pemberian vitamin A dan obat cacing menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan dan gizi anak, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
“Di balik satu kapsul yang diberikan kepada seorang anak, terdapat ikhtiar kita untuk menjaga penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mendorong pertumbuhan dan membangun pondasi kesehatan yang lebih baik bagi generasi penerus kita,” katanya.
Bupati pun mengajak seluruh orang tua yang memiliki bayi dan balita untuk aktif membawa anaknya ke Posyandu dan memastikan mendapatkan vitamin A serta obat cacing sesuai jadwal. Ia juga meminta kader Posyandu dan petugas kesehatan melakukan pendekatan aktif apabila terdapat anak yang tidak datang ke Posyandu.
Menurutnya, pelayanan kesehatan anak tidak boleh hanya menunggu masyarakat datang. Pendataan hingga tingkat RT perlu dilakukan agar anak yang belum mendapatkan pelayanan dapat segera diingatkan atau bahkan dijemput.
“Kalau mereka tidak datang, tolong dikabari atau perlu dijemput supaya mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik terkait pemberian vitamin A dan obat cacing ini,” tegasnya.
Selain pemberian vitamin dan obat cacing, Sri juga mengingatkan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui penimbangan berat badan, deteksi dini masalah kesehatan serta edukasi mengenai pola makan dan pola asuh.
Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi anak tidak hanya menjadi tanggung jawab Posyandu. Peran orang tua justru sangat menentukan karena sebagian besar waktu anak berada di lingkungan keluarga. “Pola hidup sehat yang diterapkan oleh orang tua di rumah, itulah yang setiap hari anak-anak harus mendapatkan perhatian tentang asupan gizi,” jelasnya.
Bupati juga mengingatkan orang tua agar tidak egois dalam menentukan menu makanan keluarga. Dengan kekayaan sumber daya pangan yang dimiliki Berau, ia mendorong keluarga memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menyediakan makanan bergizi yang sesuai dengan selera dan kebutuhan anak.
“Saya mengajak orang tua berkreasi membuat makanan yang disukai anak dengan tetap memperhatikan kandungan gizinya, seperti mengolah bahan pangan menjadi makanan yang lebih menarik bagi anak,” ungkapnya.
Sri turut menyoroti peran Tim Penggerak PKK, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai penyediaan makanan bergizi dan pola asuh anak. Ia kembali mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak. Menurutnya, tanggung jawab memastikan anak tumbuh sehat dan mendapatkan kasih sayang bukan hanya berada di tangan ibu.
“Ayah wajib hadir. Ayah dan ibu harus bekerja sama memastikan anak-anak tumbuh sehat, cukup gizi, mendapatkan kasih sayang dan lingkungan yang baik,” tuturnya.
Ia berharap seluruh unsur, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, kelurahan dan kampung, tokoh masyarakat hingga orang tua dapat bergerak bersama. (Adv73/Riska)