src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jumlah Hotspot Mulai Berkurang, Sri Minta Warga Berau Terus Waspadai Karhutla

Jumlah Hotspot Mulai Berkurang, Sri Minta Warga Berau Terus Waspadai Karhutla

waktu baca 2 menit
Kamis, 27 Agu 2026 20:05 24 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang masih berlangsung. Meskipun jumlah titik panas di Kabupaten Berau mengalami penurunan, kewaspadaan dinilai tetap harus diperkuat.

Sri menyampaikan, kondisi cuaca yang kering dan ekstrem membuat risiko kebakaran masih tinggi. Pemerintah daerah bersama berbagai unsur telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat penabur garam untuk membantu memicu turunnya hujan.

“Jangan sampai upaya-upaya yang dilakukan pemerintah daerah bekerja sama dengan lintas sektor berakhir sia-sia karena masyarakat tidak patuh. Karena saat ini cuaca kita sangat ekstrem sekali,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan karhutla selama ini telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri hingga perusahaan. Karena itu, masyarakat juga diminta mengambil peran dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. “Meskipun demikian, kita tetap harus meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Sri menekankan, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga Januari 2027. Dengan demikian, upaya pencegahan karhutla tidak boleh berhenti hanya karena jumlah titik panas saat ini menurun.

Ia meminta BPBD, Damkar, TNI, Polri, pihak swasta serta masyarakat di 100 kampung dan 10 kelurahan di Kabupaten Berau untuk terus mengambil peran dalam mencegah dan meminimalkan potensi karhutla. “Mari bersama-sama kita jaga lingkungan serta wilayah kita aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Segera laporkan apabila menemukan titik api,” tutupnya. (Riska)

LAINNYA
x