src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kapolres Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar bersama relawan dan sejumlah instansi membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di perempatan Mall Lembuswana, Kamis (27/8/2026) sore. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Ribuan masker dibagikan gratis kepada warga di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda. Sebanyak 10 ribu masker dibagikan kepada pengguna jalan di empat persimpangan sekitar Mal Lembuswana, Kamis 27 Agustus 2026 sore.
Pembagian masker ini diinisiasi relawan Info Taruna Samarinda (ITS) bersama Polresta Samarinda, BPBD, TNI, dan sejumlah instansi terkait. Kegiatan tersebut menjadi langkah kewaspadaan dini untuk mengurangi risiko paparan asap dari kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Samarinda.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengungkap, sejak awal Agustus tercatat sekitar 50 kejadian kebakaran lahan di sejumlah kecamatan, terutama wilayah pinggiran kota seperti Palaran, Samarinda Ulu, Sambutan, Samarinda Utara dan Sungai Pinang.
Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap kualitas udara di Samarinda akibat asap yang ditimbulkan dari kebakaran lahan. Oleh karena itu, masyarakat diminta mulai membiasakan penggunaan masker, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan.
“Ini sebagai salah satu wujud kepedulian kita terhadap sesama warga masyarakat. Salah satu bentuk pencegahan kita, agar masyarakat tidak terkena penyakit ataupun terdampak akibat asap. Ini adalah membiasakan penggunaan masker,” ujar Hendri.
Ia menyebut pembagian masker tidak hanya dilakukan pada hari ini. Kegiatan tersebut direncanakan berlanjut hingga September dan Oktober dengan dukungan masker yang telah dikumpulkan para relawan.
Dikatakannya, total sekitar 38 ribu masker telah tersedia untuk dibagikan kepada masyarakat Samarinda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu masker dibagikan kepada pengguna jalan dalam kegiatan di kawasan perempatan Mall Lembuswana.
“Insyaallah ini kegiatan akan kita langsungkan nanti hingga di bulan September, bulan Oktober. Rekan-rekan dari relawan sudah menyiapkan dan Alhamdulillah kita mendapatkan sekitar kurang lebih 38 ribu masker,” tuturnya.
Penggunaan masker, kata Hendri, penting terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar rumah, termasuk pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat serta warga yang berada di pasar, sekolah dan perkantoran.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS) Joko Iswanto atau yang akrab disapa Jokis menyebut, pengumpulan masker tersebut dilakukan melalui donasi yang dihimpun dalam beberapa hari terakhir.
Selain 10 ribu masker yang dibagikan kepada pengguna jalan di perempatan Mall Lembuswana, sebanyak 10 ribu masker lainnya akan disalurkan ke titik-titik yang mengalami kebakaran. Masker tersebut diperuntukkan bagi relawan, petugas pemadam kebakaran hingga warga yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.
“10 ribunya akan kita bagi di masing-masing titik kejadian kebakaran, dibagikan kepada para relawan, teman-teman damkar, kemudian warga yang terdampak di sekitar lokasi kejadian kebakaran,” jelas Jokis.
Donasi tersebut, sebut dia, tidak hanya berasal dari masyarakat Samarinda. Informasi penggalangan bantuan yang disebarkan melalui media sosial turut mendapat respons dari masyarakat di luar daerah, termasuk Jawa.
Jokis menyebut terdapat 10 ribu masker yang dikirim dari Jawa untuk membantu masyarakat Samarinda menghadapi kondisi kabut asap akibat karhutla. Kewaspadaan terhadap paparan asap, tambah dia, juga perlu ditingkatkan mengingat adanya peningkatan kasus ISPA di Samarinda. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, kasus ISPA mengalami kenaikan sekitar 22,8 persen. “Bakteri, virus maupun kabut asap ini cukup membahayakan pernapasan kita,” imbuhnya.
Jokis berharap pembagian masker tersebut tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan selama kondisi karhutla masih berlangsung. Ia juga meminta warga yang memiliki lahan tidak melakukan pembakaran untuk membuka atau membersihkan area. Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi kemarau membuat lahan lebih mudah terbakar dan berpotensi memperluas dampak asap.
“Di samping itu juga kita minta kepada masyarakat yang memiliki lahan atau yang ingin membuka lahan untuk tidak dengan cara dibakar. Ini penting sekali,” demikian imbauan Jokis. (Retno)