src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bupati Aulia Mengaku Dihadang Defisit Anggaran Parah

Bupati Aulia Mengaku Dihadang Defisit Anggaran Parah

2 minutes reading
Wednesday, 23 Jul 2025 15:22 303 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Usai dilantik menjadi Bupati Kukar pada 23 Juni 2025 silam, dr Aulia Rahman Basri mengaku mendapat cobaan dalam menjalankan roda pemerintahan. Cobaan itu adalah APBD Kukar merosot sebagai imbas kondisi keuangan nasional.

“APBD daerah etam alami defisit drastis,” ucap Bupati Aulia, Selasa 22 Juli 2025, di acara Rakor pembangunan dan pengendalian pembangunan daerah di aula Bappeda Kukar.

Defisit anggaran memang sesuatu yang tidak menggembirakan. Namun, Pemkab Kukar tidak bisa berbuat banyak karena masih mengandalkan transfer Dana Bagi Hasil(DBH) Migas.

“Pendapatan Kukar mengandalkan DBH sebesar 86 persen, sisanya dari transfer daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” ungkap Bupati.

Aulia memberikan gambarannya. Dari APBD Kukar 2025 yang telah disahkan sebesar Rp 11,5 triliun, bakal berkurang menjadi Rp 8,5 triliun atau terpangkas sebesar Rp 3 triliun.

Di hadapan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah(OPD) dan Camat, dia meminta keseriusan dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hingga keluar Daftar Penyediaan Anggaran (DPA). Jadi, tidak menyusun APBD secara beramai-ramai sehingga tidak efektif dan efesien.

“Idealnya nyusun perencanaan, satu tahun sebelum tahun anggaran berjalan. Bukan di tahun berjalan. Kalau di tahun berjalan itu tinggal eksekusi kegiatan saja. Bukan masih tahap perencanaan,” tegas Aulia.

Selain itu, dia meminta kepada pimpinan OPD untuk memantau belanja operasionalnya secara langsung. Memantau langsung belanja dan yang berdampak dari belanja. “Kalau untuk kepentingan belanja kedinasan bisa kita geser, akan dialihkan kepada kepada belanja yang berdampak kepada masyarakat,” sebutnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah(BPKAD) Kukar Sukotjo membenarkan Kukar bakal alami defisit anggaran yang besar. “Dari proyeksi APBD Rp 11,5 triliun, seminim-minimnya bisa terealisasi hanya Rp 9,5 triliun atau defisit Rp 2 triliun,” ujarnya.(Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x