23.8 C
Samarinda
Friday, June 25, 2021

Bukan Dikeroyok, Camat Tenggarong Duel, Kasus Tambang Ilegal Ditangani Terpisah

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Beredar video Camat Tenggarong Arfan Boma terlibat kontak fisik dengan pelaku tambang ilegal di media sosial pada Minggu 9 Mei 2021. Kapolsek Tenggarong Iptu Rachmat Andika mengklarifikasi narasi bahwa Arfan Boma diekeroyok para pekerja tambang ilegal.

Andika menyebut, tidak ada aksi pengeroyokan. Sebenarnya, Camat Boma terlibat duel dengan Mr T, orang yang disebut sebagai pembeking tambang ilegal di RT 17 Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong.

“Camat dan Mr T berduel, sama-sama luka. Camat luka di pelipis, sedangkan Mr T luka di dekat mata dan tangan. Tidak ada pengeroyokan, orang di sekitar Boma hanya melerai saja,” ucap Andika, Senin 10 Mei 2021.

Mr T yang dimaksud, kata Andika, bernama Taufik. Saat itu, Boma memberhentikan alat berat excavator di lokasi yang diduga tambang ilegal. Taufik disebut sebagai koordinator kegiatan pengupasan lahan tersebut.

“Untuk urusan tambang ilegal menjadi kewenanganan Polres. Kami menangani yang terkait perselisihan antara Camat dengan Mr T saja,” ucapnya.

Dijelaskan Andika, Camat Boma marah karena alat berat tersebut beroperasi tepat di sebelah lahan kebun miliknya. Ada pompa air yang dicabut oleh operator excavator tersebut selama membuka lahan.

Padahal, pompa air tersebut menjadi sumber perairan masyarakat untuk berkebun. Saat ini, Polsek Tenggarong sedang mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk sudah mendapatkan keterangan dari Camat Boma dan Taufik.

“Ini kami lagi gelar perkara lanjutan, terhadap kasus ini,” pungkasnya.

Dalam video yang beredar, Camat Boma berteriak meminta kepada operator alat berat tersebut untuk berhenti dan menyuruh keluar dari lokasi. Boma mengaku tidak takut sama sekali dengan pihak yang membekingi ativitas pembukaan lahan tersebut.

“Kalian tidak salah, sampaikan ke Taufik, saya yang menyuruh kalian berhenti,” ucap Boma dengan nada lantang sambil memegang parang yang biasanya dipakai untuk berkebun.

Boma merasa kesal dengan lahan berkebun yang dirusak oleh alat berat. Para penambang ini dianggap tidak menghormati dan menggubris penolakannya terhadap pembukaan tambang ilegal.

“Saya diam selama ini, kalian malah menjadi-jadi, ” tukas mantan Sekretaris Dinkes Kukar tersebut.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Boma juga mengakui dia tidak dikeroyok. “Lain dikeroyok). Saya negur tambang illegal…beroperasi di lahan kebun saya…yg punya marah sama saya,” tulis Boma via pesan WhatsApp.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar