Beranda BUMI ETAM BPKAD Kutim Tarik Mobil Dinas hingga ke Samarinda dan Tenggarong

BPKAD Kutim Tarik Mobil Dinas hingga ke Samarinda dan Tenggarong

Ketua Tim BPKAD Kutim Deni Atmaja bersama Yanu Tri Sugiarto berhasil menarik mobil dinas milik Pemkab Kutim di Samarinda. (FOTO: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Hasil Monitoring Centre of Prevention (MCP) program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, beberapa waktu lalu, telah mengeluarkan surat perintah tentang manajemen aset daerah kepada Pemerintah Kabupaten  Kutai Timur.

Surat tertanggal 22 April 2020 Nomor B.2055/KSP 00/10-16/04/2020 tentang progres pemberantasan korupsi terintegrasi bidang manajemen aset khususnya kendaraan dinas Pemkab Kutim. Bermodal ini, Tim Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutim segera bertindak menyusuri aset-aset bergerak milik Pemkab hingga ke Samarinda dan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kepala Bidang Aset BPKAD Kutim Supartono didampingi Ketua Tim Deni Atmaja menyebutkan, kegiatan ini dilakukan bersama Satpol PP Kutim. Menyasar mobil dinas dan motor dinas yang dibawa oleh pejabat purnatugas.

“Pada Sabtu tepatnya tanggal 28 November 2020, mulai pagi hingga malam hari dua tim digerakkan ke Samarinda dan Tenggarong. Kasatpol PP Kutim Didi Herdiansyah dan Kabid Aset BPKAD Supartono bergerak di Samarinda, sementara saya bergerak di Tenggarong setelahnya,” terangnya.

Advertisement

Ditambahkan Yanu Tri Sugiarto, anggota Tim BPKAD Kutim, dari hasil pergerakan tim di Samarinda didapatkan tujuh unit mobil. Rata-rata minibus merek Toyota Kijang dan satu motor Honda Vario yang berhasil ditarik. Saat dilakukan penarikan aset, semua pensiunan kooperatif dan memahami tugas tim dari BPKAD.

“Di Tenggarong seharusnya ada dua mobil dinas yang bisa diproses. Namun, mantan Kabag Pemerintahan Setkab Kutim yakni Alexander Siswanto, masih kekeh dengan alasan memiliki Surat Pinjam Pakai. Jadi, hanya ada satu motor dinas yang dipegang mantan Kabag Humas yakni Ade Baramuli, yang berhasil diangkut balik ke Sangatta. Kita tetap mengawal apa yang dimaksud oleh pihak Korsupgah KPK dengan cara persuasif dan melibatkan Satpol PP,” terangnya.

Baca Juga  Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Irigasi di Anggana Ditahan

Tim BPKAD dan Satpol PP pada Senin 30 November 2020, besok, akan melanjutkan kerjanya di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Seterusnya berlanjut ke wilayah Kutim lainnya.

Penulis: RJ Warsa

Editor: MH Amal

Komentar
Advertisement