src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kepala Lapas Perempuan Tenggarong Berganti

Kepala Lapas Perempuan Tenggarong Berganti

2 minutes reading
Thursday, 16 Dec 2021 19:08 570 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kepala Lapas Perempuan kelas IIA Tenggarong berganti. Pejabat sebelumnya, Sri Astiana diganti dengan Tri Winarsih.

Sri Astiana punya kenangan tersendiri selama tiga tahun menjabat Kalapas perempuan Tenggarong. “Membangun dan mengembangkan Lapas, dari seadanya hingga sekarang ini sudah lumayan. Ini saya syukuri, ” ucap Sri, Kamis 16 Desember 2021.

Dia menambahkan, ada tugas akan dijalani Kalapas baru, yakni memperjuangkan rumah dinas dan pegawai lapas. Pelebaran Lapas juga sangat penting karena saat ini sudah over kapasitas.

“Saat ini warga binaan berjumlah 358 orang, didominasi 90 persen penghuni dari kasus Narkoba, sedangkan kapasitasnya hanya 200 orang saja. Akan bahaya lagi, jika nanti tembus sampai 500 orang, ” ungkapnya.

Sri Astiana yang akan bertugas di Palangkaraya Kalteng, memohon maaf jika ada kesalahan selama bertugas. “Bekerjalah, jangan dengan aura negatif, harus terus berpikir positif. Biarkan Tuhan yang akan membalas, apa yang kita perbuat, ” pesannya.

Tri Winarsih mengaku sudah mengetahui permasalahan yang dialami Lapas perempuan Tenggarong. Seperti over kapasitas ruang tahanan hingga tidak ada rumah dinas pejabat dan pegawai. Ini akan diupayakan ke depannya.

“Memang lahannya belum tersedia, ini akan kita upayakan dengan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemkab Kukar, ” sebutnya.

Tri sebelumnya bertugas di Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI Jakarta. Dia prihatin melihat satu kamar dihuni 30-40 orang. Itu pun masih ada tahanan perempuan yang dititipkan. “Kan tidak ideal, tahanan perempuan dititipkan ke Lapas umum, “tegasnya.

Sementara, mewakili warga binaan Lapas perempuan, Hesti, mengucapkan terima kasih atas pembinaan selama kepemimpinan Sri Astiana. Banyak hal yang didapat warga binaan. Salah satunya kegiatan spiritual yang lekat dengan keseharian warga binaan. “Terima kasih Ibu Sri Astiana, kami bisa khatam kitab suci Alqur’an selama disini,” tuturnya.

Penulis: Andri

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x